101 views

Pejuang Bravo Lima Dukung Bakauheni Harbour City, Beri Tiga Catatan Kritis

BANDARLAMPUNG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, angkat bicara terkait progresi percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi terintegrasi kawasan Merak Banten, Bakauheni Lampung, dan Jalan Tol Trans Sumatera, tercakup didalamnya megaproyek Pengembangan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni Lampung Selatan (Lamsel), Bakauheni Harbour City.

Ketua DPD PBL Lampung Ary Meizari Alfian, melalui serangkaian diskusi internal jeda interval dan rangkuman keterangan tertulis yang diterima awak media, Senin 1 Maret 2021 di Bandarlampung, turut memberikan catatan kritis konstruktif sebagai bahan masukan pengarusutamaan percepatan eksekusi program tersebut.

Memperkuat sinyal preferensi dukungannya pada H-1 jelang pelantikan dirinya oleh Ketua Umum DPP PBL Jenderal TNI Purnawirawan Fachrul Razi pada 11 Agustus 2020 lalu, saat diwawancarai tim Media dan Informasi PBL Lampung di kantornya, Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam (Gang PU) Nomor 61 Kedaton, Bandarlampung, pada 27 Januari 2021, Ary menyampaikan dukungan itu.

“Pertama, ini penting didukung. Secara kritis konstruktif,” cetus dia saat itu, sehari usai Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Kawasan Merak-Bakauheni-Tol Lampung secara virtual, 26 Januari 2021 meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Rest Area JTTS KM 20B yang merupakan pertama di Lampung dan JTTS serta ke-30 di Indonesia.

Sebab, Ary merasionalisasi, secara taken for granted program ini penting bagi catu daya konektivitas program raksasa perwujudan visi Indonesia-centris gadangan revolusioner Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal memimpin 2014 hingga akhir periode kedua kepemimpinannya 2024 mendatang, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Baru 40-an persen tersambung, JTTS sudah sedemikian buat mobilitas orang dan barang, maupun distribusi logistik dari ke Sumatera-Jawa pun sebaliknya tinggi. Apalagi jika 100 persen tersambung kuartal pertama 2024. Dari itu patut didukung. Saya kira pemerintah daerah juga on the track. Tak mau Lampung hanya jadi zona transit, harus juga jadi zona destinasi,” tandasnya.

Sehingga, program yang telah disusun-rencanakan maupun on progress harus dipersiapkan sedemikian rupa. “Politik anggarannya harus fixed,” Ary mengintensi.

Sekadar pengingat, JTTS merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) skema penugasan pemerintah kepada BUMN PT Hutama Karya (Persero) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2015 sebagai revisi atas beleid Perpres Nomor 100/2014.

Bakal membentang dari Bakauheni hingga Banda Aceh, total 24 ruas JTTS dirancang sepanjang 2.765 kilometer dengan total nilai investasi sebesar Rp476 triliun, diantaranya tujuh ruas prioritas bernilai investasi sebesar Rp81,09 triliun.

Ihwal kolaborator eksekusi lapangan proyek futuris ini, pengusaha properti Emerald Hills Residence Bandarlampung itu menegaskan, belajar dari pengalaman masa lalu, program tahun jamak ini takkan mampu paripurna bila tanpa disertai dengan sinergi dan kolaborasi elemen pemangku.

“Terwujudnya hingga saat ini, megaproyek ini telah jadi atensi co-working bersama antar kementerian dan lembaga, saya kira bertolak dari alur pemikiran yang sama, rasional dan saintifik, sampai pada satu simpul jika ini butuh percepatan maka ia butuh perkuatan. Bicara perkuatan maka butuh penggalangan dukungan masif dari semua pihak, rakyat setempat paling dekat paling utama,” ujarnya.

Ary menggarisbawahi, sinergi dan kolaborasi penatalaksanaan programnya oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), selaku pemegang kendali bakal calon lokasi megaproyek di atas lahan 251,05 hektar sebelum Gerbang Tol Bakauheni Selatan dan kaki Bukit Menara Siger tersebut, muaranya nanti akan menjadi keniscayaan sejarah kala bertemu muka dengan pemuliaan ikhtiarnya mewujudkan Bakauheni Harbour City sebagai ikon inti destinasi pariwisata unggulan driving force perekonomian regional ujung Sumatera.

“Sebagai bagian pendukung pemerintah dan anak bangsa, ormas Pejuang Bravo Lima terpanggil untuk turut proaktif memberikan sumbangsih terbaik kami baik pemikiran, ladang gagasan, dukungan moril, partisipasi eksekusi pembangunannya, serta dukungan nyata lainnya bila diperlukan,” deklarasi Ary menyatakan kesiapan ormas dipimpinnya.

Sejauh ini dukungan percepatan proyek telah diberikan Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian PUPR.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata di Wilayah Bakauheni, Lamsel, dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Dirut PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo, Dirut PT Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Abdulbar M. Mansoer, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto, di kantor Pemprov Lampung, 19 Oktober 2019.

Di bakal calon lokasi, ASDP memiliki lahan seluas 69 hektar, Hutama Karya (91 hektar), dan 14,8 hektar milik Pemprov Lampung.

“Kami meminta Dirut ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, Menteri BUMN Erick Thohir yang notabene putra Lampung, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang juga Ketua Dewan Pembina DPP PBL, dapat memperjuangkan Bakauheni Harbour City jika memadai dimasukkan agenda tambahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” imbuhnya.

Di luar itu, paling tidak kata dia, Dirut ASDP dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang notabene ex officio Ketua Dewan Penasihat DPD PBL Lampung, mengkomunikasikannya intens dengan Kementerian Keuangan, DPR, DPD RI, DPRD Lampung, dan seluruh lapisan masyarakat Lampung.

“Wabil khusus kepada Menteri BUMN Erick Thohir, semoga melalui Bakauheni Harbour City dapat menorehkan sejarah bagi tanah kampung halaman. Kami berbesar harap, rencana induk (visioning masterplan) oleh ASDP, Pemprov Lampung, Hutama Karya, dan ITDC dapat segera luas tersosialisasi, tepat jadwal pula tereksekusi, tahun ini dan 2022 nanti,” pinta dia.

Disinggung kebijakan afirmasi pemerintah terkait skema pembiayaan proyek, apalagi ditengah situasi pandemi, eks Ketua Kadin Bandarlampung dan Kadin Lampung yang belakangan santer diisukan sebagai kandidat terkuat Ketua Apindo Lampung pengganti Yusuf Kohar ini berpendapat, justru dari itu dengan transparansi kinerja sinergi dan kolaborasinya di lapangan, segala sesuatu bottleneck (kendala) dapat cepat diatasi.

Mahfum bahwa ditengah iklim pengetatan ikat pinggang saat ini, rekan kuliah S2 Erick Thohir, sesama alumni National University, San Diego, Amerika Serikat angkatan 1993 ini menekankan, semua pihak pengampu MoU kiranya dapat merumuskan fiksisasi plafon anggaran proyek secara cermat, agar dapat terlaksana sesuai tenggat, di 2024.

Beda kesempatan, pada Senin (1/3/2021) Ary angkat jempol pula atas prakarsa dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Dukungan pemkab, terkait Perda tentang Kawasan Pariwisata untuk Penetapan Zona Kawasan Pariwisata, Rencana Tata Ruang Wilayah Radius Tertentu sebagai penunjang pariwisata dan kemudahan perizinan, sebut dia, harus tersosialisasi dengan utuh demi mencegah risiko tak terduga kemudian hari.

Diketahui, pembangunan Masjid Bakauheni antara lain mengharuskan adanya relokasi pasar tradisional di sana.

Ary juga menginjeksi ihwal kebermanfaatan. Dia mengingatkan, efisiensi ruang dan waktu konektivitas wilayah antardua pulau terpadat populasi, modernisasi fasilitas/teknologi, peningkatan sumberdaya layanan publik transportasi, daya ungkit ekonomi berbasis potensi wisata sejarah, wisata alam, wisata minat khusus di Bakauheni harus diabdikan pemastiannya bermanfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Harus betul-betul jadi zona transit sekaligus zona destinasi. Pencipta lapangan kerja, ceruk potensi pendapatan negara dan daerah. Inshaallah, restu Ilahi, apabila dipersiapkan sedemikian rupa maka akan menjadi destinasi sejati. Semoga,” ujarnya.

Sekadar informasi, megaproyek ini memiliki visi To Establish Bakauheni Harbour City, dengan positioning Transforming A Gateway Into A Vibrant Waterfront Destination. dan digadang-gadang akan menjadi the next Resort World Sentosa di Indonesia.

Dalam visioning masterplan pengembangan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni, zona dipancang bukan hanya sebatas pelabuhan penyeberangan belaka. Data penyeberangan ASDP merinci, dari total 49 juta penumpang yang dilayani di seluruh Indonesia, kontribusi lintasan Merak-Bakauheni sendiri sebesar 42,2 persen, sekitar 20,7 juta penumpang pejalan kaki dan 4,5 juta kendaraan pelintas dari dan ke Jawa-Sumatera setiap tahun.

Lebih dari itu, zona ini kedepan diproyeksi bakal menjadi lokasi wisata baru dan favorit wisatawan nusantara bahkan mancanegara. Bahkan pihak Hutama Karya, kontraktor pelaksana sekaligus pengembang kawasan, bakal mentransformasikan wilayah di area sebelum masuk pintu gerbang tol Bakauheni Selatan menjadi destinasi tepi laut yang penuh dengan semangat dan energi baru yang berdampak positif dari berbagai aspek bagi masyarakat Indonesia.

Mengutip Ira Puspadewi, berdasarkan data statistik wisatawan 2010-2019, pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Lampung rerata 21,6 persen wisatawan nusantara (wisnus) dan 21,5 persen wisatawan mancanegara (wisman). Proporsi wisnus-nya sebesar 98 persen dari total seluruh wisatawan.

Lampung berada urutan ke-11 dengan tujuan wisnus 2,4 persen dari total perjalanan wisnus di Indonesia. Tiga besar peminatan, wisatawan berkunjung ke Lampung berasal dari Palembang (46 persen), Jabodetabek (24 persen), dan Bandung (16 persen).

Indikasi positif Lampung sebagai daya tarik baru bagi wisatawan nusantara ini memantik hadir Bakauheni Harbour City, dengan target kawasan jadi destinasi pariwisata tepi laut terbesar berskala dunia berada di Sumatera. “New smart harbour city” ini digadang jadi the next Resort World Sentosa di Indonesia.

Adapun realisasi pembangunannya secara bertahap, dimulai pada tahun 2021 dengan pengembangan/revitalisasi kompleks Taman Budaya Menara Siger (3,8 hektar) sebagai area budaya yang terintegrasi dengan Masjid Bakauheni berkapasitas total 2.600 jamaah.

Selain masjid, lokasi ini juga akan dibangun museum kontemporer, restoran, sky bridge, toko suvenir, dan fasilitas parkir yang besar. Wisatawan Menara Siger dapat menikmati panorama indah ikon Lampung Selatan, zona strategis dikelilingi laut dan perbukitan.

Berikutnya, tahap pembangunan Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park, dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, vila resor, waterpark, wisata olahraga air, bukit bunga, kuliner, outbond, wahana roller coaster, cable car, dan taman bermain.

Dalam site plan 19 Oktober 2019, District positioning wilayah direncanakan terdiri dari Accomodation and Leisure (Marina and Property, Convention/Exhibition, Waterfront Resort), Attractions and Transport Hub (Flower Hill, Glamping and Hotels, Siger Science Centre, Theme Park/Outbound), dan Amenities and Residential (Residential, Green School, Hospital and Mixed Use).

Tak hanya itu, Terminal Eksekutif Anjungan Agung Bakauheni kini dilengkapi kawasan komersial mal berdesain interior megah-modern juga jadi fasilitas pendukung penyaji hiburan sekaligus edukasi, kemudahan jalur transportasi dan akomodasi bagi eksisting Bakauheni Harbour City nanti.

Tercatat, empat warga Kabinet Indonesia Maju sempat mengunjungi kompleks bakal calon Bakauheni Harbour City. Yakni, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menparekraf (saat itu) Wishnutama Kussubandio, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kesemuanya mengapresiasi dan siap mendukung.

Menggenapi, Menparekraf baru, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam siaran persnya pada Kamis 11 Februari 2021 secara prinsip juga mendukung pembangunan-pengembangan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni.

Menteri Sandiaga menyebut destinasi ini sebagai alternatif pariwisata yang in line dengan lokasi Greater Jakarta, Banten dan Puncak, Jawa Barat. “Nantinya, masyarakat memiliki banyak pilihan lokasi untuk berlibur yang menarik dengan keunikannya masing-masing,” poin kunci Sandiaga.

Selaku pengampu wilayah, ASDP sendiri terus berproses menala Bakauheni Harbour City sebagai bagian rencana pengembangan bisnis korporasi khususnya bidang properti, dari total pagu Rp1,6 triliun bersumber dari pendanaan internal dan sindikasi perbankan.

Bagian lain, Ira melugaskan tiga peran ASDP dalam pengembangan sektor pariwisata. Yakni sebagai pioneer, pembuka lintasan pendukung pergerakan masyarakat dan lalu lintas barang, dalam pengembangan wilayah baru. Kedua, sebagai enabler, menyediakan layanan reguler aktivitas sehari-hari. Ketiga, sebagai active player, ASDP berkontribusi bagi pengembangan pariwisata dengan menyediakan konektivitas dan amenitas.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan saat rakor 26 Januari 2021 bahkan mengintensi harapan, pembangunan Bakauheni Harbour City dapat meningkatkan perekonomian di kawasan pariwisata Bakauheni. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *