183 views

Realisasikan Janji Kampanye !

Bandarlampung – Hari ini 7 pasang pemenang pilkada serentak 2020 dilantik menjadi pasangan kepala daerah masa bakti 2021-2024. Sejumlah janji politik saat kampanye akankah direalisasikan oleh mereka. Dikarenakan janji kampanye masih jadi harapan bagi semua masyarakat Lampung.

Mereka adalah Eva-Deddy (Bandarlampung), Dendi-Marzuki (Pesawaran), Nanang-Pandu (Lamsel), Musa-Dito (Lamteng), Dawam-Azwar (Lamtim), Adipati-Ali (Waykanan), dan Wahdi-Qomaru (Metro).

AkademisiUnila, Darmawan Purba mengatakan, untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan dilantik hal yang paling mendasar adalah bagaimana merealisasikan janji politik saat kampanye. “Karena itu Itulah esensi dari dipilihnya kepala daerah sebagai pemimpin di masyarakat,” ujarnya, kemarin.

Lanjutnya, yang menjadi tantangan terberat bagi pemerintah daerah saat ini adalah bagaimana melakukan efisiensi dalam pengelolaan anggaran sehingga alokasi anggaran untuk masyarakat atau anggaran untuk rakyat itu lebih diperkuat ketimbang anggaran untuk aparatur.

“Selanjutnya masalah yang besar lainnya adalah bagaimana tantangan kepala daerah mewujudkan pemerintahan yang bersih bebas korupsi kemudian responsif terhadap berbagai gejala sosial dan terutama bagaimana penyelenggaraan pemerintahan yang ramah terhadap lingkungan mengingat fenomena bencana alam di berbagai daerah di seluruh Indonesia termasuk di provinsi Lampung kian meningkat sehingga perlu komitmen dari pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang responsif antisipatif efektif dan efisien,” paparnya.

Lebih lanjut, bagaimana kepala daerah dan wakil kepala daerah menjaga harmoni yang baik. “Karena selama ini kerap terjadi pecah kongsi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, Padahal mereka pada saat Pilkada itu punya komitmen untuk berjalan bersama untuk membangun daerah masing-masing tapi kerap terjadi di tengah jalan terjadi pecah kongsi nah ini yang paling penting sehingga tidak terjadi di Farid government atau pemerintahan yang terbelah

Dirinya juga berharap, Kepala Daerah yang akan dilantik hari ini bisa menjalankan amanah dengan baik dan menjaga komitmen terhadap visi misi janji politik yang mereka janjikan. “Sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dan perubahan bagi masyarakat Lampung khususnya di daerah masing-masing terima kasih,” tukasnya.

Terpisah, akademisi Unila, Dedy Hermawan berharap paslonkada yang akan dilantik nantinya kedepan dapat memimpin daerahnya dengan empaty dan penuh keprihatinan. “Karena ini masih dalam bencana pandemi Covid-19 dan dampak negatif, khususnya diaspek ekonomi,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, para kada yang akan dilantik harus langsung tancap gas, kerja keras, mencegah dan menangani covid-19 serta dampaknya, serta membangkitkan ekonomi rakyat.

Kemudian, kada yang akan dilantik harus memimpin dengan kreatif dan inovatif untuk membawa kemajuan masyarakat dan daerah. Menjaga integritas dan jangan korupsi.
“Yang paling penting selalu hadir ditengah masyarakat, hadir untuk menyelesaikan masalah dan menjaga harapan,” harapnya.

Lebih lanjut, jadilah pemimpin yang kuat dan berani menegakan keadilan, membangun kesejahteraan. “Terakhir, akur dan solid serta berbagi peran dengan wakil dan pimpin birokrasi menjadi pelayan publik yang prima,” jelasnya.

Senada juga disampaikan Akademisi Unila lainnya, Iwan Satriawan. “Ya sebelumnya ucapan terima kasih kepada kepala daerah terdahulu saya sampaikan yang telah memimpin dengan segala kelebihan dan kekurangannya di 7 kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” ujanrya.

Lanjutnya, harapan sebagai warga negara adalah agar kepala daerah terpilih dapat membuat kebijakan yang lebih baik daripada kepala daerah yang terdahulu. Baik yang menggantikan maupun yang meneruskan dua periode.

“kemudian, agar kebijakan yang dibuat apalagi ditengah pandemi seperti ini lebih mengarah kepada rakyat kecil sehingga dapat menipiskan disparitas kaya miskin atau daerah maju dan daerah tertinggal,” ungkapnya.

Karena, dirinya melihat hampir 80% pejabat mulai di tingkat provinsi hingga kabupaten mempunyai kediaman di Bandar Lampung. “Hal ini membuktikan pembangunan yang tidak merata di 14 kota/kabupaten di provinsi Lampung,” terangnya.

Maka itu, kedepan agar pembangunan merata dan mengurangi urbanisasi ke kota Bandar Lampung. “Ini perlu dibuat kebijakan yang dapat memajukan wilayah masing-masing,” tukasnya. (cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *