29 views

Ustadz di Desa Baktirasa Do’akan Cita-Cita Hipni Jadi Bupati Dapat Terlaksana

Lampung Selatan – Kedatangan bakal calon bupati Hi Hipni SE untuk bersilaturahmi dengan warga Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, disambut antusias warga.

Kedatangan bakal calon bupati yang akan maju dalam kontestasi Pilkada Lampung Selatan dan berpasangan dengan Hj Melin Haryani Wijaya itu memang sudah ditunggu-tunggu warga.

Seperti yang disampaikan, Ustadz Subana yang merupakan warga Desa Baktirasa. Ia mengaku, warga merasa senang atas kedatangan pengusaha sukses dari Kecamatan Palas itu ke desa setempat.
“Alhamdulillah, malam ini beliau (Hi Hipni SE) bisa berada disini dan menyempatkan diri untuk bisa hadir di tengah-tengah kita semua. Mudah-mudahan hadirnya ini bukan untuk yang pertama dan terakhir, justru untuk selama-lamanya,” ujarnya, Sabtu 19 September 2020 malam.

Ia pun mendo’akan agar cita-cita Hipni yang ingin mengabdi di Lampung Selatan melalui pesta demokrasi lima tahunan itu dapat terlaksana dan berjalan lancar.
“Memang betul, langkah yang ditempuh untuk itu adalah silaturahmi, karena silaturahmi itu untuk memupuk rasa persatuan dan kekuatan. Setelah ada kekuatan, Inshaa Allah akan mampu meraih cita-citanya,” kata Ustadz Subana yang disambut kata amin oleh para tokoh dan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, Hi Hipni dalam sambutnya menceritakan salah satu program unggulannya yakni sakit jemput, sembuh diantarkan dan berobat di kelas I.
“Tenaga kesehatan inikan banyak. Coba kalau ada orang sakit yang tidak mampu langsung dibawa. Apa lagi sekarang ini sudah ada puskesmas. Jadi, tinggal bupati yang menekankan dinas dan bidan desa sampai ke tingkat bawah, itu saja kuncinya, biar program ini dapat berjalan,” tegasnya.

Menurut Hipni, program tersebut meskinya dapat direalisasikan. Pasalnya, saat ini ASN telah mendapatkan tunjangan kinerja, sehingga rasa tanggungjawab itu semestinya berlipat ganda.
“Jadi, nggak usah tukinnya dibesarkan kalau kinerjanya tidak bagus. Bapak-ibu disini khusus bagi yang kurang, kalau sakit kadang-kadang harus sampai menyater mobil. Berobatnya juga di kelas III, aturannya 2 hari sembuh ini jadi 7 hari, berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk ini. Makanya, ini kami prioritaskan, agar jaminan kesehatan ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *