60 views

Tujuh PK Golkar Pringsewu Tolak Suherman

BANDARLAMPUNG – Tujuh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Pringsewu menolak adanya interpensi dukungan untuk kembali memilih Suherman sebagai Ketua DPD Pringsewu pada Musda mendatang.

Hal itu didasarkan keinginan adanya demokrasi yang baik ditubuh partai Golkar sesuai aspirasi dan mekanisme partai jelang Musda Partai Golkar Pringsewu yangtak lama lagi akan digelar.

“Kita ingin Musda mendatang tidak ada pihak yang intervensi kami untuk memilih kembali Suherman sebagai Ketua DPD partai Golkar Pringsewu. Kami ingin adanya perubahan yang lebih baik bagi golkar di Pringsewu lantaran partai golkar bukanlahpartai ecek – ecek,” tandas Fauzi Ketua PK Golkar Kecamatan Pringsewu sebagai juru bicara ke 7 PK, di Kantor DPD Partai Golkar Lampung, belum lama ini.

Menurut Fauzi, ke tujuh PK diundang secara lisan untuk menghadap beberapa petinggi partai Golkar Lampung yakni Abi Hasan Muan, Bambang P dan Muhidin.

Saat itu dirinya dan PK lainnya merasa kaget saat tiba di kantor DPD 1 Partai Golkar Lampung. Hal itu lantaran salah satu petinggi partai Golkar Lampung Bambang P mengatakan jika salah satu kandidat calon Ketua DPD partai Golkar Pringsewu Dr. Fauzi mengundurkan diri dari pencalonan.

“Tentu saja langsung kami bantah hal itu. Bagaimana bisa ada pencalonan secara resmi dan Musda belum di gelar kok sudah ada kata mengundurkan diri, ada apa ini?” tandas Fauzi.

Lebih jauh dia juga mengatakan intinya dirinya bersama beberapa PK lainnya menginginkan adanya perubahan di internal DPD Partai Golkar Pringsewu.

“Sudah jelas kami sampaikan kepada Sekretaris Partai Golkar Lampung Ismet Roni beberapa minggu yang lalu, kami punya dasar untuk menolak Suherman

Sementara itu, Leli Irawan, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Banyumas juga mengatakan, Partai Golkar bukan partai ecek-ecek melainkan partai besar.

Untuk itu, dirinya berharap pada Musda mendatang dapat berjalan secara demokratis sesuai mekanisme dan aturan partai yang ada.

“Jangan kami dikondisikan oleh oknum petinggi partai untuk memilih seseorang yang kami anggap selama memimpin tidak mempunyai manajemen kepemimpinan, biarkan kami yang memilih karena kami yang merasakan,” ujar Leli Irawan diamini PK Kecamatan Pardasuka, Irwan. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *