75 views

Syech Ali Jaber Jadi Korban Penusukan Diduga Orang Gila

//Sejumlah Tokoh Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penusukan//

ULAMA Syekh Moh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, kemarin.

Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya. Dari kabar yang beredar, pelaku katanya mengalami gangguan kejiwaan.

Kasus penusukan ulama kondang itu pun mengundang perhatian publik. Sejumlah tokoh politik lokal dan nasional pun turut prihatin serta meminta pihak kepolisian untuk mengusut tubtas kasus tersebut.

Bakal Calon Walikota Bandar Lampung Rycko Menoza SZP mengaku ikut prihatin atas musibah yang menimpa Syekh Ali Jaber.

Menurut Rycko, peristiwa ini harus menjadi perhatian bersama karena aksi kriminalitas seperti ini masih terjadi di Bandar Lampung. Apalagi sampai menimpa seorang ulama besar Indonesia.

“Kasus ini menjadi atensi pihak kepolisian agar dapat mengusut tuntas kasus tersebut,” kata Rycko.

Kemudian, , dengan kasus ini, Lampung tentunya menjadi sorotan berbagai pihak karena penusukan ini menjadi konsumsi media-media nasional.

Ia juga berharap,  mudah-mudahan hal ini tidak menjadi image negatif di mata publik yang menimbulkan terkesan bahwa Kota Bandar Lampung tidak aman, apalagi ini menimpa tokoh agama atau ulama.

“Semoga kondisi Syekh Ali Jaber segera membaik dan bisa melanjutkan kegiatan dakwahnya di Bandar Lampung,” harap Rycko.

Syekh Ali Jaber ditusuk Saat Gelar Safari Dakwah, Taufik Basari: Usut tuntas pelaku & motifnya

Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi NasDem Taufik Basari mengutuk keras pelaku penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber yang diserang saat menggelar safari Dakwah di Lampung, Minggu 13 September 2020. Melalui siaran rilisnya, anggota dewan dari Dapil Lampung I ini meminta pihak kepolisian memberikan jaminan perlindungan dan keamanan bagi Syekh Ali Jaber.

“Saya mengutuk keras aksi pelaku apalagi ini dilakukan di depan umum terhadap ulama besar yang sedang melakukan safari dakwah. Motif dari pelaku harus ditelusuri, saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera usut tuntas” ungkap Taufik.

Taufik juga mendoakan agar Syekh Ali Jaber segera pulih dan kembali beraktivitas normal. Dirinya juga berharap agar kejadian ini tidak menimbulkan ketakutan dan keresahan terhadap tokoh agama yang menjalankan tugasnya dalam berdakwah.

Sebelumnya, Pendakwah asal Madinah, Syekh Ali Jaber mengalami insiden penikaman saat sedang ceramah di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Minggu (13/9) sekira pukul 16.00 WIB sore.

Saat diwawancara oleh salah satu stasiun tv swasta nasional, Syekh Ali Jaber mengatakan peristiwa berawal saat dirinya baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung.

“Acara baru awal, saya panggil anak 9 tahun untuk tes bacaannya karena itu acara wisuda hafalan Al Quran, ketika selesai keluarga minta foto. Saat itu, ada seseorang pemuda lari ke atas panggung,” ujarnya.

Syekh Ali Jaber melanjutkan, beruntung saat itu dirinya sempat menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu. “Alhamdulillah, saya sempat melihat, kalau tidak mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya,” katanya.

Setelah itu, Syekh Ali Jaber kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. “Alhamdulillah sudah membaik, sudah dijahit cukup dalam hampir surang lebih 10 jahitan di tangan bagian kanan atas,” ujarnya.

Jamaah yang hadir kemudian langsung menangkap lelaki yang melakukan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, dengan identitas yang belum dikenal. Aparat kepolisian langsung mengamankan pelaku ke tempat pos polisi.

Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP Dvid Jacson menyatakan, pelaku sudah diamankan polisi, dan sedang menjalani pemeriksaa. “Pelaku sudah diamankan petugas,” katanya.

Kejadian tersebut mengejutkan jamaah yang hadir pada acara Wisuda Alquran tersebut. Sebagian jamaah berteriak, terutama para ibu-ibu dan remaja putri yang menyaksikan perisitwa di panggung kehormatan tersebut.

“Tiba-tiba saja lelaki itu naik panggung dan menghunuskan pisaunya ke arah syaikh. Semua terkejut histeris,” kata Wati, jamaah remaja putri.

Akibat peristiwa itu, Syekh Ali Jaber harus mendapat 10 jahitan. Berdasarkan penelusuran di Puskesmas Gedong Air, Tanjungkarng Barat, kondisi Syaikh Ali Jaber masih sehat. Hanya bahu lengan kanan yang terluka dan sudah dijahit petugas medis puskesmas. Namun, Syaikh Ali Jaber sudah tidak berada di puskesmas lagi dan telah diamankan ke tempat lain, yang belum diketahui.

Sedangkan tempat acara wisuda Alquran di Masjid Falahuddin telah dijaga aparat kepolisian.  Namun, masih terlihat banyak orang. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *