97 views

Musa-Dito Mulai Diserang Black Campaign

Lampung Tengah – Juru Bicara Pemenangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad-Ardito Wijaya, MA. Muhammad Ersad menilai surat yang dilayangkan oleh Koalisi LSM AMPD ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait keabsahan Ijazas SI Musa Ahmad adalah bentuk kampanye hitam (Black Campaign).

Melalui rilisnya Ersad mengatakan surat yang dilayangkan tersebut adalah bentuk fitnah dan syarat dengan kepentingan politik, mengingat saat ini detik-detik menjelang pemilihan kepala daerah.

“Apa yang dilakukan LSM AMPD terindikasi pesanan dari oknum salah satu Tim pemenangan bakal cabup-cawabup yang ikut dalam kontestasi kepala daerah 9 Desember 2020 mendatang,”ujarnya, kemarin.

Selain kampanye hitam, Ersad juga mengatakan apa yang dilakukan tersebut adalah bentuk pencemaran nama baik,”Ini pencemaran nama baik. Beliau (Musa Ahmad) merupakan salah satu bakal calon bupati yang sangat diperhitungkan di pilkada,”cetusnya

Menurut Ersad terkait keabsahan Ijazah itu pihaknya memiliki bukti surat dari pemerintah Provinsi Lampung, melalui Dinas Pendidikan nomor 420/7939/III.01/Dp.4/2009 perihal Ijazah sarjana atas nama Musa Ahmad kepada yang terhormat Kapolres Lamteng 31 Juli 2009 (Surat terlampir)

“Hal itu adalah bukti bahwa bapak Musa Ahmad bisa mencalonkan diri sebagai cabup pada 2011-2016, selanjutnya DPRD Kabupaten 2014-2019, calon wakil bupati Lamteng 2016-2021 dan DPRD Provinsi Lampung 2019-2024,”urainya.

Lanjutnya, pernyataan yang dilontarkan Koalisi LSM AMPD yang dimuat di media masa terindikasi unsur ancaman dan meresahkan.”Ini sudah tidak benar sekali lagi saya tegaskan ini ada syarat dengan kepentingan politik,”pungkasnya.

Disisi lain, Ersad mengatakan mendukung KPU setempat untuk tetap menjalankan tahapan pilkada sesuai dengan aturan semestinya dan sebaik-baiknya.

“Kami mendukung penuh KPU demi terciptanya pilkada Lamteng yang demokratis, nyaman, aman, kondusif, sehingga akan berdampak baik kepada seluruh masyarakat Lamteng,”ucapnya.

Selain itu ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Lamteng untuk tidak terpengaruh oleh fitnah-fitnah yang dengan sengaja dilakukan oleh oknum tertentu dalam rangka menjatuhkan nama baik seseorang.”Dalam hal ini untuk kedua kalinya menimpa nama baik bapak Musa Ahmad,”pungkasnya.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Tengah (Lamteng) menyatakan, keabsahan ijazasah bakal calon bupati Lamteng Musa Ahmad  dinyatakan sah sesuai dengan PKPU dan Undang-undang yang berlaku.

“Sah sesuai dengan surat keterangan dari Universitas Sang Bumi Ruwai Jurai nomor 234/021003/2020 tanggal 15 September 2020,” ujar Ketua KPU Lamteng Irawan Indrajaya

Terkait mengenai nama perbedaan nama pada ijazah SD, SMP, SLTA, telah ada pernyataan dari masing-masing sekolah dan sudah ada keputusan dari pengadilan Negeri Gunung Sugih, nomor 03/PDT.G./2010/PN.GS tanggal 20 Mei 2020 mengenai pergantian nama dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Jadi untuk proses pendaftaran pasangan calon pada pemilihan bupati dan wakil bupati Lanteng sudah berjalan sesuai dengan PKPU dan Undang-undang yang berlaku, “ucapnya.

Lanjutnya,  sesuai dengan tahapan, program dan jadwal tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Lamteng tahun 2020, maka masa penyanpaian tanggapan dan masukan masyarakat terhadap dokumen paslon dan dokumen calon adalah pada tanggal 4 sampai dengan 8 September 2020. (san/asa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *