165 views

Lampung ‘Darurat’ Ventilator, Ahmad Muzani Beri Bantuan

Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan bantuan berupa 6 unit ventilator dari anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani melalui Fraksi Partai Gerindra Provinsi Lampung guna membantu kekurangan alat bantu pernafasan dan komponen vital dalam menunjang hidup pasien Covid – 19 yang tengah dalam kondisi kritis di sejumlah rumah sakit kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, Pattimura Danial menjelaskan keenam unit ventilator diserahkan kepada enam bupati dari Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Barat.
“Partai Gerindra melihat maraknya pemberitaan baik di media sosial, media online hingga cetak memuat begitu banyaknya daerah kabupaten yang kekurangan alat ventilator. Jumlah pasien Covid – 19 disejumlah kabupaten meningkat, persoalan harga beli alat ini lumayan mahal hingga daerah kesulitan untuk pengadaan barang tersebut. Beberapa daerah akhirnya mengajukan permohonan bantuan pengadaan alat ventilator melalui ketua Fraksi Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal yang kemudian meneruskan ke Bapak Ahmad Muzadi, ” ungkap Pattimura, Jum’at (18/9).
Dikatakan Pattimura, persoalan kekurangan alat bantu pernafasan ini menjadi perhatian khusus anggota DPR RI Ahmad Muzani, memperjuangkan pengadaan alat yang membantu pasien mendapatkan asupan oksigen yang cukup tersebut untuk Provinsi Lampung yang merupakan daerah pemilihannya selama ini sebagai wakil rakyat di Senayan.
“Selain enam unit ventilator, Ahmad Muzani juga akan langsung memberikan lima ribu VTM kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Senin depan. VTM akan diberikan kepada Gugus Tugas Covid – 19 Provinsi Lampung dan Bandar Lampung,” kata Pattimura.
VTM atau Virtual Transport Medium Tube with Swab, dijelaskan Pattimura merupakan media untuk menyimpan specimen pasien berupa lender hidung dan tenggorokan yang akan dilakukan uji swab untuk dikirim ke laboratorium tempat pengujian lanjut.
“Akhir – akhir ini pemesanan tidak kunjung datang dan harganya mahal,” tutup Pattimura. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *