405 views

Kendati Masuk Zona Oranye, Pesta Nikahan di Lambar Tetap Bisa Dilaksanakan

Laporan Reporter Koran Editor Ade Irawan

Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Pemerintah melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 telah memetakan penyebaran virus Corona pada setiap Kabupaten/Kota. Setelah adanya pasien Covid-19 sebanyak 7 orang, Lampung Barat (Lambar) yang sebelumnya masuk dalam klaster zona Kuning berubah menjadi klaster zona Oranye .

Zona Oranye sendiri berarti wilayah yang berdekatan dengan zona Merah atau dengan klaster penyebaran kecil, menerapkan protokol kesehatan, menunda atau membatalkan pertemuan yang tidak penting, mendisinfeksi tempat umum dengan cairan desinfektan dan melakukan tes secara aktif kepada semua orang dengan gejala Covid-19.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat masih memperbolehkan masyarakat untuk melakukan acara yang melibatkan banyak orang seperti pesta nikahan.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satuan Pol-PP Lambar Sukardi mengatakan, terkait adanya acara yang melibatkan keramaian seperti pesta nikahan, untuk sementara tetap bisa dilaksanakan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan dan aturan yang ada.

“Boleh, tapi jangan rame-rame, diatur dengan penerapan pencegahan yang benar, kita dari Pol-PP siap membantu, asal masyarakat melaporkan,” ujar Sukardi, Selasa (8/9/2020).

Lalu ungkap Sukardi, sebelum pelaksanaan hajatan dimulai, pihak penyelenggara wajib melaporkan dan izin keramaian, sehingga pihaknya dapat memberikan himbauan dan pantauan

“Tiga hari sebelum pelaksanaan hajatan kita berikan himbauan, bekerjasama dengan peratin dan puskesmas setempat. Kuncinya ada di pemerintah setempat, pemangku, kepala desa, disitu kuncinya karena mereka yang tau warganya seperti apa dan yang hadir berasal dari mana,” ungkapnya.

Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP), Haiza Rinsa mengatakan, pihaknya mengimbau masyakarat yang mempunyai niat melaksanakan pesta nikahan, untuk melakukan persiapan pencegahan Covid-19, melaporkan dan izin keramaian serta mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan pesta nikahan untuk berkoordinasi dengan aparat setempat dan puskesmas, serta melaksanakan protap yang sudah dibuat,” harap Haiza.

“Dengan begitu, pencegahan pandemi Covid-19 ini bisa dilaksanakan dengan baik. Kami yakin, jika masyarakat teliti dan mau bekerjasama dengan baik, maka Covid-19 ini tidak akan menjadi masalah kedepannya,” tutur dia.

Untuk diketahui, terdapat beberapa protokol kesehatan di pesta nikahan, yaitu lapor izin keramaian, rekomendasi pertimbangan teknis dari dinas kesehatan (puskesmas setempat), adanya petugas kesehatan saat pelaksanaan.

Pengecekan suhu badan, menggunakan masker, menyediakan alat pencuci tangan, tidak bersalaman, menjaga jarak, tamu dari transmisi lokal dibatasi dan dilakukan skrining dan jam pelaksanaan pesta dibatasi sampai pukul 17.00 Wib. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *