131 views

Jumlah PAW Dewan Provinsi Bertambah

// Inilah Delapan Calon PAW Dewan Provinsi //

BANDARLAMPUNG – Jumlah anggota DPRD Provinsi Lampung pengganti antar waktu (PAW) bertambah. Hal itu menyusul Johan Sulaiman yang juga Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung maju pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Johan yang notabene Sekretaris MPW PKS Lampung ini maju sebagai bakal calon wakil walikota Bandarlampung berpasangan dengan Rycko Menoza. Dengan demikian, jumlah PAW Dewan Provinsi Lampung nantinya menjadi delapan orang.

Berdasarkan KPU Provinsi Lampung Nomor: 175/HK.03.1-Kpt/18/Prov/V/2019 tentang Penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Peserta pemilihan umum anggota DPRD Lampung tahun 2019, calon PAW Johan di dapil III (Pesawaran, Pringsewu, dan Metro) adalah Zunianto yang juga Ketua DPD PKS Pringsewu.

Sebelumnya, Pilkada serentak 9 Desember 2020 di Lampung membawa berkah tujuh pilitisi yang belum beruntung di Pemilu 2019 lalu. Merujuk UU 17 Tahun 2014 mereka segera dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung pengganti antar waktu (PAW) mengantikan koleganya yang harus mundur sejak mendaftar sebagai calon kepala daerah/wakil kepala daerah 4-6 September besok.

Ketujuhnya adalah, Eva Dwiana dan Tulus Purnomo yang maju pada Pilwakot Bandarlampung. Lalu Toni Eka Candra dan  Antoni Imam maju di Pilbup Lamsel, Ahmad Mufti Salim di Pilkada Metro, Musa Ahmad, Pilkada Lamteng dan Azwar Hadi Pilkada Lamtim.

Diketahui, UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) No 17 tahun 2014. Pasal 242 ayat 1 berbunyi Anggota DPR yang berhenti antarwaktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239 ayat 1 dan Pasal 240 ayat 1 digantikan oleh calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama.

Kemudian di ayat kedua dijelaskan, dalam hal calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meninggal dunia, mengundurkan diri, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota DPR, anggota DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digantikan oleh calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama.

Karena itu, peraih suara terbanyak kedua di bawahnya atau di bawahnya lagi yang berpeluang menggantikan ke tujuh nama tersebut jika melenggang menjadi peserta pilkada.

Berdasarkan KPU Provinsi Lampung Nomor: 175/HK.03.1-Kpt/18/Prov/V/2019 tentang Penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Peserta pemilihan umum anggota DPRD Lampung tahun 2019, untuk Eva Dwiana yang masuk dalam Dapil I Bandarlampung mendapatkan 86.258 suara.

Diikuti Kostìana, dengan 13.437 suara. Kemudian, Ar. Suparno dengan 4.714 suara dan terakhir yang masuk DPRD asal Dapil I adalah Aprilliati dengan raihan suara sebanyak 4304. Sementara suara di bawah Aprilliati adalah Lenistan Nainggolan dengan 3.369 suara.

Sementara di Dapil II Lampung Selatan, Partai Golkar hanya menduduki satu Kursi saja, yakni Tony Eka Candra dengan 24.159 suara. Calon penggantinya adalah I Gede Jelantik dangan raihan suara terbanyak kedua asal partai golkar yakni 6.004 suara.

Pun PKS di Lamsel hanya menduduki satu kursi saja dengan suara terbanyak diraih Antoni Imam yakni 20.617 suara. Posisi kedua dengan 15.302 suara yakni Puji Sartono.

Sementara Tulus Purnomo Wibowo menduduki Dapil V Lampung Utara-Waykanan. Di dapil ini hanya ada dua kursi DPRD asal PDI Perjuangan. Suara terbanyak diraih Yose Rizal (20.397 suara). Sementara Tulus berada di posisi kedua dengan 14.042 suara. Posisi di bawahnya adalah Sahdana dengan 9.145 suara.

Lalu, Ahmad Mufti Salim yang berada di Dapil 7 Lampung Tengah meraih suara terbanyak dari PKS (17.730). Di sana hanya ada satu kursi dari PKS. Artinya, suara terbanyak kedua, bisa menjadi Calon PAW Mufti adalah Vittorio Dwison dengan mengantongi 3.540 suara.

Di dapil yang sama, calon PAW Musa Ahmad adalah Ferdy Perdian Azis (10.119 suara), peraih suara ketiga terbanyak asal partai Golkar. Posisi pertama diraih Musa (28.504 suara) diikuti I Made Bagiasa (15.826 suara) yang juga lolos menjadi wakil rakyat tingkat I.

Sementara, di Dapil 8 Lampung Timur Golkar hanya menduduki satu kursi atas nama Azwar Hadi dengan 16.955 suara. Sementara posisi kedua yang juga calon PAW Azwar adalah Ali Imron (5.936 suara).

Namun, meski tinggal beberapa hari lagi pendaftaran cakada dimulai, ketujuh nama teraebut belum mengajukan usulan undur diri di DPRD Lampung. “Sampai sekarang belum ada surat masuk dari anggota,” kata Sekretaris DPRD Lampung, Tina Malinda, Minggu (30/8).kemarin

Sementara itu, Komisioner KPU Lampung Divisi Teknis Ismanto mengatakan, pengunduran diri mutlak harus dilakukan anggota legislatif yang ikut dalam kontestasi, sebelum pendaftaran calon pada 4-6 September 2020.

“Yang jelas, pada saat mendaftar cakada, person yang berlatarbelakang dari DPRD maupun ASNharus sudah melampirkan surat pengunduran diri,”  terangnya. (cah/bs)

Nama – Dapil – Calon PAW

  1. Toni Eka Candra – Lamsel – I Gede Jelantik
  2. Antoni Imam – Lamsel – Puji Sartono
  3. Ahmad Mufti Salim – Metro – Vittorio Dwison
  4. Azwar Hadi – Lamtim – Ali Imron
  5. Eva Dwiana – Bandarlampung – Lenistan Nainggolan
  6. Musa Ahmad – Lamteng – Ferdy Perdian Azis
  7. Tulus Purnomo – Bandarlampung – Sahdana

9 Johan Sulaiman – Dapil III – Zunianto

Sumber : KPU Provinsi Lampung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *