26 views

Ditemukan 1.048 Data Pemilih Ganda

BANDARLAMPUNG – Bawaslu Bandarlampung menemukan 1.048 data ganda yang tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) di delapan kecamatan se Bandarlampung per Selasa (22/9) kemarin.

Rinciannya, Teluk Betung Timur 105, Tanjung Karang Timur 16, Tanjung Karang Pusat 28, Rajabasa 51, Tanjung Senang 323, Kemiling 77, Kedamaian 444, dan Bumiwaras 4.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan pihaknya tengah menyoroti kegandaan data tersebut.

“Data per saat ini (kemarin, red) baru di delapan kecamatan masih banyak yang tercatat pemilih ganda, bahkan ditemukan ribuan. Maka ini harus cepat diperbaiki oleh KPU Bandar Lampung,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif pada pemilihan walikota dan wakil walikota Bandarlampung 9 Desember 2020 di Emersia Hotel Bandarlampung, Selasa (22/9).

Candrawansah menuturkan, pihaknya mewarning KPU Bandar Lampung untuk segera memperbaiki data-data kegandaan tersebut.

Sebab, kata dia, jangan sampai nantinya kegandaan data dalam DPS larut terbawa hingga kedalam penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Ini harus diperbaiki, jangan sampai kegandaan data yang banyak begini nantinya terbawa sampai kedalam DPT jika KPU tidak maksimal,” kata Candrawansah.

Diketahui, berdasarkan jadwal tahapan, pengumuman DPS berlangsung sejak 19- 28 September 2020.

Dalam pengumuman tersebut KPU meminta seluruh masyarakat dan Bawaslu memberikan tanggapan dan masukannya.

Berdasarkan berita acara Nomor 413/PL.02.1-BA/1871/KPU-Kot/IX/2020. Jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Bandar Lampung sebanyak 640.910.

Rinciannya pemilih laki-laki sebanyak 321.336 dan perempuan 319.574 yang tersebar di 20 kecamatan dan 126 kelurahan serta di 1.700 TPS.

Terpisah, KPU Bandar Lampung meminta Bawaslu Bandar Lampung menyampaikan data kegandaan Daftar Pemilih Sementara (DPS) by name by address.

Komisioner KPU Bandar Lampung Divisi Data dan Informasi Ika Kartika mengatakan pihaknya siap memperbaiki data DPS yang dinilai kurang tepat.

Namun demikian, kata Ika, sesuai Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan jadwal dan program pihaknya meminta data yang dinilao keliru disampaikan secara by name by address.

“KPU bandar Lampung meminta Bawaslu menyampaikan data by name bay address dkegandaan data. Jika datanya jelas maka kami siap untuk memperbaikinya,” ujar Ika Kartika, Selasa (12/9/2020).

Ika tak membantah jika adanya kekeliruan dalam data DPS Bandar Lampung.

Menurutnya, hal itu terjadi dikarenakan adanya kesalahan dalam sistem pada saat mengupload data.

“Iya memang mungkin ada kesalahan sistem saat mengupload. karena waktu pernah kami menguplod data sampai malem sampai jam 24:00 WIB lewat,” jelas Ika Kartika.

Untuk itu, Ika menuturkan pihaknya menunggu surat rekomendasi perbaikan dari Bawaslu Bandar Lampung.

“Jadi saat ini KPU menunggu mendapatkan surat dari Bawaslu. Jika memberikan masukan harus ada data by name by address,” Pungkasnya. (cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *