102 views

Diduga Serangan Jantung, Sopir Keren Ini Wafat, Selamat Jalan Pak Made..

BANDARLAMPUNG — Dia bukan tokoh publik, sama sekali bukan. Namun, karena profesi setia digelutinya, dia bahkan bisa hapal luar kepala, nama berikut wajah para pesohor publik di Lampung ini.

Hari ini, dia yang seorang sopir pribadi itu, mangkat. Inna Lillahi wa Inna Lillahi Rajiun.

Nama lengkapnya, Made Swara Yudha bin Sumami. Nama tenar, Pak Made. Itu panggilan semua orang yang lama kenal, baru kenal atau baru tahu tetapi tak kenal muka, sopir pribadi pebisnis sukses properti, pemilik Emerald Hill Residence Bandarlampung, sekaligus Bendahara Yayasan Alfian Husin, dan Ketua DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, Ary Meizari Alfian MBA ini.

Made, dikabarkan wafat diduga akibat serangan jantung, di ruang UGD RS Advent, Jl Teuku Umar 48, Kelurahan Sidodadi, Kedaton, Bandarlampung, Sabtu (19/9/2020) malam, sekira pukul 19.10 Waktu Indonesia Barat. Ditangani hebat, naas nyawanya tak tertolong. Allah sayang dia.

Tiga puluh menit kemudian, kabar duka itu diafirmasi Ary Meizari melalui pesan singkat di grup ofisial DPD PBL Lampung.

“Inna Lillahi wa Inna Lillahi Rajiun. Turut berduka atas meninggalnya pak Made di RS Advent, semoga mendapat maghfiroh dan husnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin YRA,” warta Ary, dari Jakarta.

Ary mengaku sangat terpukul, selain tak bisa bersegera mendampingi pemulasaran jenazah.

“Subuh tadi masih nganter ke bandara dan kayanya masih sehat, makanya kaget banget. Kata dokternya kena serangan jantung,” ujar Ary, menanda pertemuan Sabtu pagi, pertemuan terakhirnya bareng almarhum.

Usai Ary mengabarkan, diperkuat sakit penyebab meninggal dari staf akunting Yayasan Alfian Husin Asep Jamaludin, mendiang yang dikenal sosok ramah sontak banjir ungkapan belasungkawa.

Kepala Bagian Humas, Desain Grafis dan Digital Marketing (DGDM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lukman Hakim, kehilangan. “Ya Allah, kemarin masih bercandaan dengan beliau. Semoga husnul khotimah,” ujar Lukman, Sabtu malam, mendampingi Rektor Firmansyah Yunialfi Alfian.

Pantauan, mereka yang turut simpatik melarung ucapan duka cita mendalam, aktivis GP Ansor, bekas Ketua Bravo-5 Tanggamus 2018-2019, Arief Budiman Paksi. Juga, relawan milenial, anggota Bidang Kepemudaan PBL Lampung, Vidya La Versi Chita Rastra.

Lalu, Sekretaris DPD PBL Lampung Muhammad Reza Berawi, didampingi dua wakil sekretaris, aktivis 1998, Waketum Yayasan Desapolitan Indonesia, sosiopreneur MonologisID Dedi Rohman, dan Dr Cand Ghozali Timbazs, aktivis Pemuda Pancasila Bandarlampung.

Lainnya, wakil bendahara DPD PBL Lampung Niya Noor Abdiyana Abdis mendampingi bendahara Miswan Rodi, wakabid sospol I Gede Budi Artana mendampingi kabid Lesty Putri Utami (anggota DPRD Lampung), wakabid organisasi dan kaderisasi M Roland Nurfa (politisi PKB, anggota DPRD Bandarlampung), sekretaris DPC PBL Lampung Selatan Fikry Surya Pasha mendampingi ketua Tatang Rohadi.

Berikut, pengusaha UKM kuliner Dian Female Cake & Pasta Bandarlampung Dian Pustika, politisi Partai NasDem Lampung/aktivis Garnita Malahayati Partai NasDem, juga anggota bidang perempuan DPD PBL Lampung Endang Sumarini, akademisi Miswan Gumanti.

“Turut berduka cita atas berpulangnya sahabat kami pak Made,” ucap takzim Direktur Utama Perseroda Aneka Usaha Laba Jaya Utama, BUMD Pesawaran, juga wakabid luar negeri DPD PBL Lampung, Ahmad Muslimin.

Menyusul, Wakil Ketua DPD PBL Lampung Yanuar Irawan, wakabid perempuan Vony Reyneta Dolok Saribu, Salatieli Daeli, dan relawan medis dr Aldo Aprizo.

Sementara, ikut mengurus kepulangan jenazah almarhum dari RS Advent hingga tiba di rumah duka, tempat persemayaman terakhir almarhum sebelum dikebumikan, sejumlah pengurus DPD PBL Lampung lainnya.

Mereka, ketua bidang pengembangan usaha, pemilik RM Minang Indah Grup Bandarlampung Junaedi, ketua bidang kepemudaan, kini juga staf ahli Bupati Pesawaran Deni Haddad didampingi anggota Revi Firandama, serta kabid media dan informasi yang juga Pinum Harian Pilar Grup Mico Periyandho.

Mendiang Made, Pak Made, Bli Made, atau apapun panggilan orang padanya, diketahui kini memeluk Islam. Rumah duka almarhum, di Jl Tomat, Kelurahan Jagabaya II Sukabumi Bandarlampung.

Sejumlah kerabat dekat, sejawat dan tetangga almarhum pun terpantau ikut bertakziah ke rumah duka.

“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran. Aamiin,” doa kehilangan Ketua Yayasan Alfian Husin, kini juga Ketua DPP PBL Bidang Ekonomi Dr Andi Desfiandi.

Selamat jalan, Pak Made. Kini, tak bisa lagi sekadar cengkerama. Banyak yang akan kangen lihat kau berbaju safari, lengkap menenteng tas tebal gelap itu, tak lupa masker ditaut di dagu, kadang pula dililit gelap kacamata antikmu. Biarkanlah kenangan ini abadi. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *