917 views

Cukong Siap Beli Suara

Bandarlampung – Aksi cukong di pilwakot Bandarlampung kian menggila. Kini berendus kabar, sang cukong siap menggelontorkan milyaran rupiah untuk  calonkada agar meraih suara terbanyak. Caranya sedeherna yakni membeli suara pemilih di Kota Tapis berseri Rp 100 ribu persuara.

Dari sumber editor menyebutkan,  bahwa tim serangn fajar sudah disiapkan. Hanya saja soal teknis pendistribusian di kepada pemilih.

“Ya benar, infonya begitu. Calon ini sudah menyiapkan semuanya, tinggal menunggu aksinya saja kapan uang ini dibagikan,” ujarnya, kemarin.

Teknisnya, kata dia, uang itu tidak langsung diberikan oleh calon ke masyarakat. Melainkan melalui tim parpol koalisi pengusungnya.

“Jadi calon ini meminta para parpol koalisi untuk mencari dukungan masyarakat. Setelah dapat berapa suara, baru calon ini menyerahkan uangnya dihitung per kepala atau per suara,” ungkapnya.

Dikatakannya, calon itu berani memasang harga Rp100 ribu per suara kepada parpol koalisi pengusung. “Tapi, ini tentatif. Nanti jika ada calon lain berani kasih lebih, dia juga bisa kasih. Intinya bisa mengimbangi lawan politiknya,” kata dia.

Kendati demikian, diakuinya ada parpol koalisi yang belum menyetujui dengan teknis seperti itu. Para petinggi parpol meminta kepada calon agar uang diberikan diawal.

“Alasannya ini untuk operasional mereka. Kita kan mau kerja, masak cuman dikasih angin sorga saja, tanpa ada komitmennya seperti apa,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Adek Asyari mengatakan, pihaknya akan lebih mengantisipasi akan adanya money politic di pilkada serentak 2020.

“Bawaslu akan lebih bersiaga dan memksimalkan pengawasan di setiap tingkatan. Agar kecurangan money politic tidak terjadi,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif di lapangan. “Kita minta peran aktif masyarakat untuk dapat melaporkan apabila menemukan money politic di lingkungannya,” tukasnya.

Terpisah, Anggota Bawaslu Bandarlampung, Asep Setiawan mengatakan, semua calon dilarang untuk melakukan money politic.

“Iya nggak boleh no, jika bener ada money politic ini masuk dalam kategori pidana dan bisa diproses melalui sentra gakumdu jika dilakukan. Dan emua pihakkan telah sepakat dalam penandatangan pilkada damai anti money politik,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya pun akan melakukan himbauan secara masif, baik ke paslon maupun warga agar tidak terlibat dalam money politic.

“Terobosannya bawaslu telah rootsow ke seluruh kelurahan memberikan keterangan agar jangan sampai terjadi money politik di pilkada kota bandarlampung serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam melakukan pencegahan money politik ini,” pungkasnya. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *