157 views

Tidak di RSUD,karyawan GBP dikarantina di Mess

Mesuji-Meski terkonfirmasi positif Covid-19, namun Mh(34) Karyawan PT Garuda Bumi Perkasa(GBP) melakukan karantina mandiri di mess milik perusahaan pengilingan kelapa sawit.

Dikarantinanya karyawan positif covid-19 di mess milik perusahaan tersebut menurut General Manger PT GBP Marbun Riky atas petunjuk pihak dinas kesehatan kabupaten Mesuji.

“karantina mandiri diperusahaan ini kami lakukan karena petujuk dinas kesehatan untuk karantina mandiri,”terang Marbun melalui sambung telpon sellulernya.

Saat ditanya tindakan apa yang sudah di lakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji? Dikatakan Marbun,  Dinas kesehatan mesuji melakukan pemeriksaan terhadap karyawan yang lain, setelah mengetahui adanya karyawan yang terkonfirmasi positif.

“sudah dilakukan pemeriksaan, sekarang kita masih menunggu hasilnya, “terang marbun.

Namun begitu masih menurut Marbun,  hingga saat ini karyawan yang terkonfirmasi positif tersebut masih menjalani karantina di mess perusahaan tampa tindakan medis dari dinas kesehatan.

 

Dihubungi terpisah, kepala desa Mulya,kecamatan Sumpang Pematang, Agung Soni Himawan masih mengaku khawatir dengan isolasi mandiri yang dilakukan di perusahaan Garuda, pihaknya berharap Pihak dinas kesehatan dapat mengambil langkah dengan melakukan isolasi terhadap karyawan GBP di Rumah Sakit Daerah.

 

“walau statusnya Orang Tampa Gejala(OTG) namun dengan terkonfirmasi positif Covid-19 sama sajakan bahayanya, jadi kami berharap dinas kesehatan dapat mengambil langkah cepat untuk penangananya, apalagi desa kami mewakil kabupaten Mesuji di Lomba desa Tangguh, “urai Soni.

 

Sebelumnya di beritakan media ini Kabar mengejukan datang dari tim Surveilance Kesehatan Rumah Sakit  Umum Daerah Ragab Begawe Caram(RSUD RBC) kepada salah sati Karyawan PT Garuda Bumi Perkasa atas nama  Mh(35) Warga Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB).

 

Dari data yang di dapat oleh wartawan melalui  Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji,diketahui sebelumnya pasien 01 covid -kabupaten Mesuji ini pada  bulan Juni 2020 melakukan perjalanan Pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat(NTB), dan Bulan Juli kembali ke Mesuji  untuk bekerja di PT Garuda Bumi Perkasa.

 

Namun Setelah dilakukan Rapid dan SWAB terkonfirmasi Positif setelah sebelumnya melakukan karantina mandiri di Mess milik perusahaan.

Dengan kedapatan pasien positif covid tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Yanuar Fitrian kepada wartawan mengaku tidak akan melakukan repidtest massal, dan hanya  akan melakukan repidtest kepada orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif.

“Kita melakukan rapid bagi yg kontak erat dengan orang yg ter kompirmasi positif saja, tidak kita lakukan massal, “terang Yanuar melalui pesan singkatnya.

Selain itu dalam keteranganya Kepala Dinas Kesehatan Mesuji meyakinkan jika warga yang terkonfirmasi Positif tersebut bukan warga Mesuji, karena ber Kartu Tanda  Penduduk provinsi NTB.

“bukan warga Mesuji, tapi karyawan perusahaan swasta yang ada di wilayah kabupaten Mesuji, “kilahnya. (a3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *