178 views

Tak Beroperasi, 2,2 miliar Rupiah Aset Bumakam PT TBMB Macet Pada Debitur

EDITORONLINE.CO.ID, TULANGBAWANG – Setelah diketahui tiga tahun tutup dan tidak ada aktifitas, diketahui aset Badan Usaha Bersama Kampung (Bumakam) PT Tulangbawang Maju Bersama (TBMB) senilai Rp.2,2 miliar diketahui macet pada debitur.

Hal itu terungkap pada agenda rapat dengar pendapat yang diagendakan oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Tulangbawang bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) dan pengurus PT TBMB yang dilaksanakan di ruang rapat kantor DPRD setempat, Kamis (27/08/2020).

Dalam rapat dengar pendapat itu, direktur PT TBMB, Eko Suprayitno, mengatakan, dari jumlah total aset Bumakam milik 47 Kampung pada empat kecamatan senilai Rp.2,4 miliar itu sebagian besar macet pada debitur.

“Sekitar Rp.2,2 miliar macet pada debitur.  Dalam usaha simpan pinjam banyak debitur yang macet dalam pembayaran. Kami berharap ada bantuan untuk penagihan,” terang Eko kepada wartawan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tulangbawang Morisman, melalui anggota Komisi IV Holil membenarkan, dengan banyaknya uang PT TBMB yang diketahui macet pada debitur.

Menurut Holil, berdasarkan rapat dengar pendapat bersama pengurus Bumakam PT TBMB dan BPMPK, diketahui aset Bumakam sebagian besar ada pada pinjaman kepada debitur.

“Berdasarkan keterangan direktur PT TBMB, saat ini total aset Bumakam itu mencapai Rp.2,4 miliar. Sebagian besar macet pada debitur. Kemudian sebagian kecil ada juga yang berupa aset tidak bergerak,” terang Holil.

Pihaknya berharap, agar aktifitas kegiatan Bumakam PT TBMB dapat berjalan kembali. Terlebih, masih banyaknya tagihan macet dari para debitur.

“Untuk itu, kami Komisi IV DPRD Tulangbawang menyarankan kepada pengurus PT TBMB untuk kembali membuka kantor dan kembali melanjutkan aktifitas usaha. Dengan begitu, sehingga diharapkan dapat memancing debitur untuk membayar atau melunasi pinjaman,” paparnya.

Karena menurutnya, jika kantor PT TBMB tutup dan tidak terdapat aktifitas, ada anggapan para debitur bahwa PT TBMB telah tutup dan tidak ada niat untuk melunasi pinjaman.

Ketua Fraksi PAN itu juga mengingatkan kepada instansi terkait yakni BPMPK Tulangbawang untuk dapat proaktif dalam menyikapi aset Bumakam PT TBMB yang modalnya diambil dari Dana Desa 47 Kampung itu.

Dalam rapat dengar pendapat itu, Holil juga menyampaikan aspirasi dari 47 Kepala Kampung pada empat kecamatan yang menginginkan agar modal awal dapat dikembalikan.

Total modal awal berdirinya Bumakam PT TBMB itu yakni sebesar Rp.2,35 miliar. Masing-masing kampung sebesar Rp.50 juta dari 47 kampung di empat kecamatan. Empat kecamatan itu yakni, Banjar Agung, Banjar Baru, Banjar Margo dan Kecamatan Penawar Tama.

Rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Tulangbawang bersama Bumakam PT TBMB dan BPMPK itu dihadiri Ketua Komisi IV Morisman, Holi, Imam Nawawi, Ines Septia Saputri dan Agus Maramis. Juga dihadiri oleh Direktur PT TBMB Eko Suprayitno dan Kepala BPMPK Tulangbawang Yen Dahren. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *