356 views

Kualitas Mutu Tentukan Harga Kopi, Petani Cerdas Diuntungkan

Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Harga kopi yang banyak dikeluhankan petani kopi, menjadi persoalan yang terus berlanjut saat tiba masa panen. Akibatnya, banyak petani kopi yang menunda untuk menjual kopi hingga harga naik dan stabil.

Kepala Bidang Perkebunan, Sumarlin mewakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar mengatakan, harga kopi tidak naik secara signifikan karena ditentukan oleh harga basis ekspor, sehingga kualitas mutu kopi sangat berperan penting dalam penentuan harga kopi.

“Harga kopi kita ditentukan oleh basis ekspor, untuk saat ini baru mencapai Rp21.700, jadi dibawah sekitar Rp18.000, itu untuk kualitas kopi asalan,” ungkap Sumarlin, saat ditemui editoronline.co.id di Ruang Kerjanya, Rabu (12/8/2020).

Dijelaskannya, kualitas mutu kopi berperan penting dalam penentuan harga, dengan melalui proses pengolahan dan pasar yang benar, maka petani akan mendapatkan harga yang bagus.

“Petani harus mulai melihat pentingnya kualitas mutu kopi untuk mendapatkan harga yang diinginkan. Jika proses pengolahan kopi dilakukan dengan cara yang baik dan benar, mutu sudah bagus, dan dipastikan petani mendapatkan harga yang sesuai dengan yang diinginkan yaitu diatas Rp25.000 untuk kopi dengan kualitas tanpa cacat,,” jelasnya.

Untuk mendapatkan kualitas mutu kopi, perlakuan saat panen harus diperhatikan, seperti petik merah, dirimbang (rendam dalam air), sehingga bobot kopi lebih besar dan meminimalisir cacat kopi.

“Proses awal panen untuk meningkatkan kualitas mutu kopi yaitu dengan memilih kopi petik merah dan dirimbang dalam air. Jika melalui proses seperti itu, bobot kopi lebih besar dan cacat kopi sudah hilang, tinggal bagaimana kesalahan dan kebersihan saat penggilingan,” tutur Sumarlin menjelaskan.

Lebih lanjut, Sumarlin juga mengatakan, selain kualitas mutu kopi, hukum rantai ekonomi juga sangat menentukan harga kopi yang didapatkan oleh petani.

“Jadi petani yang mendapatkan pasar bawah, paling mendapatkan harga yang kurang bagus, karena hukum rantai ekonomi. Namun, beberapa petani rela menjual kopinya dengan jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan harga,” tutur dia. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *