538 views

Jika Dana Desa Dihapuskan, Siapkah Lampung Barat?

Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Siapkah Kabupaten Lampung Barat jika Dana Desa APBN dihapuskan pada tahun 2021 mendatang. Kemudian apakah pembangunan dan pertumbuhan kemandirian ekonomi desa di Lampung Barat sudah dianggap cukup untuk menghadapinya.

Pertanyaan tersebut muncul setelah wacana akan dihapuskannya Dana Desa APBN 2021 mendatang mencuat, diakibatkan kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang negatif dampak Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal II 2020, yang menjadikannya angka terburuk sejak 1999.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melalui Kepala Bidang Pemerintahan Pekon, Ruspel Gultom mengatakan, mencuatnya Dana Desa akan dihapuskan berawal dari Perppu Covid-19 yang berubah menjadi Undang-undang.

“Tapi kita belum ada penegasan dari pemerintah pusat baik Kemendes maupun Kemenkeu terkait hal itu,” ujar Ruspel saat ditemui Koran Editoronline.co.id di Kantornya, Senin (10/8/2020).

Diungkapkannya, jika memang terjadi penghapusan terhadap Dana Desa, Ruspel mengaku yakin dengan Lampung Barat, karena pekon-pekon akan tetap berjalan.

“Tidak terlalu bermasalah jika memang dihapuskan, karena pemerintah pekon akan tetap berjalan walau memang mungkin pembangunan fisik akan terhenti,” ungkapnya.

Namun, dirinya memprediksi bahwa penghapusan Dana Desa tidak akan terjadi, dan kemungkinan akibat dampak Covid-19, Dana Desa hanya akan berkurang.

“Prediksi kita tetap ada, tapi mungkin berkurang jumlahnya, karena melihat kondisi perekonomian Nasional akibat Covid-19 ini,” jelas Ruspel.

Anggaran Dana Desa (ADD) APBN sendiri awalnya merupakan dana stimulan pemerintah pusat untuk menggenjot pembangunan ekonomi desa mandiri.

Untuk mengawali rencana tersebut, awalnya Dana Desa pertama kali digulirkan pada tahun 2015 dengan jumlah anggaran sebesar Rp20,76 triliun. Di tahun 2016 menjadi Rp46,9 triliun, kemudian masing-masing Rp60 triliun pada tahun 2017 dan 2018, tahun 2019 meningkat Rp70 triliun dan 2020 naik kembali menjadi Rp72 triliun.

Lampung Barat sendiri merupakan Kabupaten dengan jumlah desa sebanyak 131 dan 5 Kelurahan. Hingga tahun 2020 Indeks Desa Membangun (IDM) Lampung Barat yaitu sebanyak 10 desa mandiri, 44 desa maju, 75 desa berkembang dan 13 desa tertinggal. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *