273 views

Gaji Ke-13 Pemprov Cair 13 Agustus, PNS Pemkot Bandarlampung Gigit Jari

Bandarlampung – Pemprov Lampung berencana membayarkan gaji ke-13 PNS pada 13 Agustus 2020. Namun, gaji ke-13 hanya untuk PNS dengan eselon III ke bawah

Sekprov Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, mekanisme pencairan gaji ke-13 PNS sama seperti tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 2020 lalu. “Untuk eselon I dan II tetap tidak mendapatkan gaji 13,” kata Fahrizal Darminto, kemarin.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung Minhairin mengaku gaji ke-13 bakal dicairkan Agustus 2020.

Anggaran yang disiapkan untuk gaji ke-13 PNS, kata dia, mencapai Rp 76 miliar. “Kalau jumlahnya kurang lebih sama seperti THR,” katanya.

Disisi lain, PNS di lingkungan Pemkot Bandar Lampung bakal gigit jari. Pasalnya, Pemkot Bandarlampung belum bisa memastikan kapan pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Kota Bandar Lampung Badri Tamam mengungkapkan, dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat tidak mencukupi untuk membayar gaji ke-13 tersebut.

“Sama dengan pernyataan Bapak Wali Kota, kondisinya nggak cukup DAU-nya (jika dipakai untuk membayar gaji ke-13 bulan ini),” ungkap Badri.

Dia merincikan, anggaran DAU yang diguyurkan pemerintah pusat untuk Pemkot Bandar Lampung sebesar Rp 80 miliar setiap bulan. “DAU kita setiap bulan Rp 80 miliar. Untuk bayar gaji bulanan Rp 50 miliar, sisanya Rp 27 miliar. Sedangkan untuk bayar gaji 13 kan Rp 38 miliar. Berarti nggak cukup,” jelas dia.

Menurut Badri, Pemkot Bandar Lampung akan menunggu dana bagi hasil (DBH) dari Pemprov Lampung untuk mencukupi kekurangan pembayaran gaji ke-13. “Makanya nunggu DBH dari provinsi untuk tambahannya,” ujar Badri.

Di sisi lain, terus Badri, belum ada kejelasan dari Pemprov Lampung mengenai kepastian waktu pembayaran DBH. “Belum ada juga dari provinsi. Katanya ditunda. Jadi kemungkinan Agustus ini belum bisa juga (tertunda) sama kayak gaji 14 atau THR (yang sempat tertunda pembayarannya),” imbuhnya.

Gaji ke-13, sambung dia, diperuntukkan semua ASN eselon III ke bawah. Sementara penjabat eselon I dan II, seperti sekkab/sekkot, kepala dinas, dan staf ahli tidak mendapatkannya. “Di luar eselon I dan II semuanya menerima (gaji 13), dan besarannya sama kayak THR,” imbuh Badri.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN sebelumnya menyebutkan, ada kemungkinan pembayaran gaji ke-13 tidak bisa bisa direalisasikan pada Agustus 2020. “Gaji ke-13 ASN masih belum. Kalau Agustus nggak bisa,” ujar Herman, belum lama ini.

Menurut Herman, ketidaksiapan itu diakibatkan kondisi keuangan pemkot yang masih tersendat. Pihaknya pun menunggu tambahan dana dari pencairan DBH.

Diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan bahwa gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) akan cair pada Agustus 2020.

Gaji ke-13 ini akan diberikan kepada ASN, TNI, Polri di bawah jabatan eselon II seperti pada saat pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Mei 2020 yang lalu.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah memperhatikan kebijakan THR Mei lalu yaitu tidak diberikan kepada pejabat negara, pejabat eselon I, eselon II, dan pejabat yang setingkat mereka.

“Namun, gaji dan pensiun ke-13 diberikan kepada seluruh ASN, TNI, Polri yang tidak masuk pejabat negara, pejabat eselon I, eselon II, dan pejabat yang setingkatnya,” ujarnya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (21/7).

Sementara, total anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp 28,5 triliun, terdiri dari APBN Rp 14,6 triliun untuk gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji ASN pusat Rp 6,73 triliun.

Selain itu, kata Sri Mulyani, anggaran untuk pensiun ke-13 adalah Rp7,86 triliun dan ASN daerah melalui APBD adalah sebesar Rp 13,89 triliun.

Eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemberian gaji ke-13 ini juga sekaligus strategi pemerintah untuk stimulus perekonomian.

“Tujuannya, agar kegiatan konsumsi tetap berjalan di masa pandemi Covid-19. Aturan pelaksanaan gaji ke-13 tahun 2020 dilakukan melalui revisi PP 35 Tahun 2019 dan PP 38 Tahun 2019,” ujar Sri Mulyani. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *