591 views

Dua PPK di Tanggamus Ditetapkan Tersangka

// Diduga Motong Dana Operasional KPPS Sebanyak Rp175 Juta //

Tanggamus – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus menetapkan dua panitia pemilihan kecamatan (PPK) menjadi tersangka atas dugaan pemotongan dana operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Keduanya nampak memakai baju tahanan dengan pengawalan ketat berjalan tertunduk tanpa bicara sepatah kata serta dikawal ketat oleh pengamanan internal masuk ke dalam mobil tahanan yang telah menunggu di halaman Kejari menuju ke Rutan Kota Agung.

Kasi Intelijen Kejari Tanggamus M. Riska Saputra menerangkan, dua PPK yang telah lebih dulu ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan pemotongan dana operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu Tahun 2019.

“Kedua tersangka bernama Belly Afriansyah yang berasal dari PPK Kecamatan Gunung Alip dan Rustam berasal dari PPK Kecamatan Limau. kedua tersangka dilakukan penahanan sejak hari ini Rabu, 12 Agustus 2020 hingga 31 Agustus 2020,” kata M. Riska dalam keterangan persnya mewakili Kajari Tanggamus David P. Duarsa, kemarin.

Adapun dasar penahanan terhadap tersangka, lanjutnya, yakni cukup dua alat bukti dan keterangan saksi-saksi yang dapat diajukan persidangan untuk dilakukan proses persidangan dalam perkara pemotongan dana operasional KPPS.

  1. Riska mengungkapkan, jumlah pemotongan oleh tersangka Billy di KPPS di Kecamatan Gunung Alip sebesar Rp. 95 jutaan dan oleh tersangka Rustam di KPPS di Kecamatan Limau hampir Rp. 80 juta

“Kerugian tersebut berdasarkan perhitungan oleh BPKP (Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi Lampung),” ungkapnya.

Atas hal tersebut terhadap keduanya dipersangkakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Ditambahkan M. Riska, selain dua tersangka, pihaknya terus mendalami keterlibatan PPK lainnya di Kabupaten Tanggamus.

“Nanti kita lakukan pemeriksaan, menunggu hasil penyelidikan, pengembangan berikutnya serta hasil perhitungan BPKP,” tegasnya.

Sementara kedua tersangka yang dimintai keterangan saat berada di dalam mobil tahanan hanya terdiam seribu kata tanpa menoleh sedikitpun.

Untuk diketahui Kejari Tanggamus telah melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan dugaan pemotongan dana operasional Pemilu 2019 oleh PPK di Kabupaten Tanggamus, sejak gelaran Pemilu 2019 itu bergulir. (Gus/ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *