310 views

Berpotensi Adanya Sengketa Pilkada, Bawaslu Pesibar Ikuti Pelatihan Mediator

Pesisir Barat, Koran Editoronline.co.id – Berpotensi adanya sengketa pada Pilkada di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesibar ikuti kegiatan Pelatihan Sertifikasi Mediator Bawaslu Pemilihan Umum Se-provinsi Lampung.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Artotel Jakarta itu berlangsung selama 6 hari dari tanggal 3-8 Agustus 2020, dihadiri dan dibuka oleh Anggota Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa Rahmat Bagja dan bekerjasama dengan Justitia Training Center, serta diikuti oleh 3 orang pimpinan Bawaslu Provinsi Lampung, 7 orang dari 7 Kabupaten non Pilkada, 16 orang dari 8 Kabupaten pilkada, dan 7 orang unsur sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan, disamping sebagai enpowering proses litigasi Sengketa Pemilu, kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Bawaslu menghadapi tantangan yang ada kedepannya.

“Khususnya transformasi terbentuknya peradilan Pemilu, sebagaimana amanat Undang-undang nomor 10 tahun 2016 dan Undang-undang nomor 7 tahun 2017. Sehingga diperlukan penguatan perangkat organisasi dan kapasitas SDM agar berkemampuan dalam beracara di persidangan, melalui sistem quasi ajudikasi,” ujar Rahmat Bagja dalam sambutannya, Jum’at (7/8/2020).

Dilain pihak, anggota Bawaslu Pesibar selaku Kordiv Hukum Abd Kodrat mengatakan, pada tahapan pilkada di Pesibar terdapat adanya potensi sengketa yang bakal diajukan oleh peserta Pilkada.

“Oleh sebab itu, Pelatihan Mediator ini menjadi modal yang penting bagi Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat khususnya yang akan menyelenggarakan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang” ungkap Kodrat.

Dirinya berharap, pada pilkada Pesibar akan berjalan sesuai dengan tahapan yang ditentukan, tertib, aman, lancar dan tidak ada masalah.

Lalu, Ketua Bawaslu Pesibar Irwansyah menuturkan, pada pemilu 2019 lalu, Bawaslu Pesibar memang sudah pernah menangani permohonan penyelesaian sengketa, bahkan, Bawaslu Pesibar juga mendapatkan penghargaan penyelesaian sengketa terbaik 3 se-Indonesia oleh Bawaslu RI.

“Namun pada pilkada ini berbeda dengan pemilu tahun lalu, sehingga perlu adanya pemahaman serta penguatan kembali kapasitas SDM Bawaslu Pesbar dalam penyelesaian permohonan sengketa proses nantinya,” tutur Irwansyah. (*/Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *