652 views

Bantah Maju Lamsel

Bandarlampung – Bakal calon walikota Bandarlampung, Rycko Menoza membantah kabar yang menyebutnya pindah maju pilkada Lampung Selatan. Menurutnya, kabar tersebut hanya isu belaka.

“Kabar itu tidak benar. Isu saja kalau ada yang bilang saya mau beralih ke Lamsel,” kata Rycko, kemarin.

Meski saat ini dia baru menerima surat tugas dari dua partai politik (parpol), Partai Golkar dengan enam kursi dan PPP dengan satu kursi, namun Ketua MPW Pemuda Pancasila Lampung ini meyakini bahwa dalam waktu dekat akan ada partai lain yang merapat.

Sehingga mencukupi minimal 10 kursi legislatif untuk menghantarkannya menuju Pilwakot Bandarlampung. “Partai yang sudah ada surat tugas Golkar dan PPP. Yang lainnya menyusul,” ujarnya.

Menurut Rycko, saat ini kondisinya masih serba dinamis. Maka semuanya masih serba mungkin. Apalagi masih banyak partai di kota setempat yang belum menentukan arah dukungannya. Diantaranya, Rycko menyebut PDIP dan Gerindra.

“Kita kan juga punya jaringan, hubungan baik dan banyak hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini dengan partai-partai yang ada,” ungkapnya.

Dengan waktu yang tersisa, Rycko akan berupaya semaksimal mungkin untuk meyakinkan partai lain sehingga bersedia mengusungnya di Pilwakot. Terlebih, Rycko membuka kesempatan untuk semua kader partai terbaik yang ingin menjadi wakilnya.

“Insha Allah, dengan waktu yang ada akan kita lakukan lobi-lobi politik. Apalagi saya kan masih cair untuk calon wakil,” jelasnya.

Salah satu partai yang gencar menyodorkan sosok wakilnya adalah PKS. PKS menyodorkan beberapa nama kader terbaiknya kepada bakal calon walikota yang siap menerima rekomendasi partai. Diantara sederetan nama tersebut adalah Ade Utami Ibnu, legislator Lampung dari Fraksi PKS.

“Saat ini masih sangat mungkin untuk berpasangan dengan kader partai mana pun. Tapi soal wakil, tentunya saya pun menyerahkan keputusannya kepada partai (khususnya Golkar, red),” jelasnya.

Saat ini, Rycko pun gencar bergerak. Menyasar warga kota setempat dalam program Golkar peduli Covid-19. Meski niat baiknya kerap kali dihalangi oleh oknum kepemerintahan di kota setempat, namun hal itu tak menyurutkan semngat Rycko untuk tetap berjuang.

“Selama ini banyak halangan dihadapi, khususnya halangan dari aparatur di lapangan. Tetapi mudah-mudahan tidak menyurutkan semangat tim. Apalagi memang saat ini banyak masyarakat terdampak covid yang membutuhkan perhatian,” tuturnya. (dbs)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *