40 views

Zulhas Berharap Kader Muhammadiyah Aktif di PAN

BANDARLAMPUNG – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap dan meminta kader Muhammadiyah tak lagi malu-malu mendukung PAN. Muhammadiyah memiliki kewajiban melahirkan tokoh politik di Indonesia. Zulhas menyebut, pilar Republik Indonesia ada empat, yaitu Muhammadiyah, NU, nasionalis, dan para pejuang.

Hal itu disampaikan Zulhas saat memberi  sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN DKI Jakarta kemarin. “PAN ya Muhammadiyah, Muhammadiyah ya PAN. Enggak usah ditutup-tutupin, tidak perlu malu,” kata Zulhas dalam sambutannya, kemarin.

“Tidak boleh lagi Muhammdiyah malu-malu. NU saja sudah enggak malu-malu, dan dia aktif, berkembang pesat. Zulhas juga menyebut, Muhammadiyah memiliki kewajiban melahirkan tokoh politik di Indonesia. Sebab, kata Zulhas, pilar Republik Indonesia ada empat, yaitu Muhammadiyah, NU, nasionalis, dan para pejuang.

“Muhammadiyah bilang, negara ini adalah negara kesepakatan. Itu tanggung jawabnya dengan cara di pendidikan, dan di situ ada pendidikan politik,” tuturnya.

Apalagi, kelahiran PAN tidak lepas dari organisasi Muhammadiyah. Di era reformasi, menurut Zulhas, PAN dilahirkan dengan cita-cita meluruskan tujuan Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan memiliki keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

“PAN yang lahir dari reformasi itu, jadi pelopor di semua sektor, termasuk politik, yaitu demokratisasi. Kita terus kembangkan demokrasi di internal atau di luar partai,” pungkas Zulhas. (nas)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *