76 views

Kepengurusan Nasdem Hasil Restrukturisasi Terbentuk

// Edwin Digantikan Febrio, Garinca Jabat Wakabid Media dan Komunikasi //

Bandarlampung – Kepengurusan DPW Partai Nasdem Lampung hasil restrukturisasi (penyesuaian) terbentuk. Hasilnya, tiga kader “didepak” keluar dari kepengurusan. Dan saat ini tengah menunggu SK dari DPP.

Ketiganya adalah Edwin Hanibal (Wakil Ketua Bidang Bappilu), Mahrizal Sinaga (Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik), dan Kol. (Purn.) Sunardi (Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat).

Gantinya, Febrio Martha Mustafa sebelumnya Wasek Bid. Relitbang menggantikan Edwin Hanibal. Garinca Reza Pahlevi sebelumnya Wakil Ketua Bid. Politik Pemerintahan menggantikan Mahrizal. Dan Iskandar Zulkarnaen sebelumnya anggota Dewan Pakar menggantikan Sunardi.

“Jadi, untuk DPW Partai Nasdem Lampung terjadi penyesuaian kepengurusan. Dan kita hanya mengeluarkan tiga orang saja. Yang lainnya masih pengurus lama,” terang Ketua DPW Partai Nasdem Lampung, Taufik Basari, Rabu (22/7).

Untuk Mahrizal, Taufik mengatakan jika yang bersangkutan secara resmi sudah menyatakan mengundurkan diri sebelum pileg 2019.

“Sedangkan Kol. Sunardi dikeluarkan karena tidak aktif semenjak dilantik jadi pengurus. Dan Edwin dikeluarkan karena tidak pernag aktif sejak pileg,” lanjutnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan penyesuaian kepengurusan ini merupakan instruksi langsung dari DPP kepada DPW se-Indonesia.

“Ini juga hasil dari pasca kongres. Jadi ada beberapa nomenklatur dalam kepengurusan yang mesti disesuaikan. Jadi istilahnya bukan perombakan pengurus, tapi penyesuaian pengurus,” jelasnya.

Disampaikannya, ada beberapa nomenklatur yang disesuaikan. “Misal, bidang Advokasi, hukum dan HAM, yang dipegang Wahrul Fauzi, dirubah menjadi bidang hukum dan HAM saja,” jelasnya.

“Kemudian ada bidang kesehatan, perempuan, dan anak yang dipegang Vony Reyneta dipecah. Pertama bidang perempuan dan anak masih dipegang Vony. Dan bidang kesehatan dipegang Asih Fatwanita,” lanjutnya.

Ketua Fraksi Nasdem untuk MPR RI ini juga membantah adanya isu jika penyesuaian kepengurusan itu untuk menyingkirkan orang – orangnya Mustafa. “Jadi soal isu nggak bener,” tandasnya.

Terpisah, Edwin Hanibal mengaku legowo jika dirinya dikeluarkan dari kepengurusan. “Kalau memang itu keputusan terbaik dari DPP NasDem saya legowo. Karena setelah Kakak Mustafa tidak jadi ketua saya sebenarnya sudah mengutarakan pengunduran diri secara lisan ke Kakak Mustapa dan Pengurus DPW dan DPP,” ujarnya.

Mantan Ketua KPU Lampung ini menilai suasana di DPW Partai Nasdem sudah tidak asik lagi. Karena, kata dia, semua dikuasai oleh Tobas (Taufik Basari) dan Fauzan Sibron.

“Masing-masing bidang nggak punya kewenangan. Semuanya dikuasai oleh mereka (Tobas dan Fauzan),” ungkapnya.

Kendati demikian, dirinya tetap mendoakan agar Nasdem masih terus berjaya di masa depan. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *