183 views

Puskesmas Tuba I Sosialisasikan Pencegahaan Covid-19 Melalui PIS-PK

TULANGBAWANG – Puskesmas Tuba I melakukan intervensi lanjut Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sekaligus melakukan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19.

Kepala UPTD Puskesmas Tuba I, Hi.Arnan Jaya mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, banyak kegiatan-kegiatan di luar gedung Puskesmas harus menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19.

Intervensi lanjut PIS-PK merupakan kegiatan upaya kesehatan masyarakat di puskesmas yang tujuannya adalah tindak lanjut dari kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan Puskesmas.

“Untuk itu kegiatan PIS-PK yang tadinya hanya melakukan intervensi sesuai 12 indikator yang ada, kita tambah dengan membawa misi pencegahan Covid-19,” terang Arnan, Jumat (03/07/2020).

Arnan menjelaskan, seperti kegiatan Posyandu Balita, Posyandu Usila, dan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan masyarakat di suatu tempat, harus menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19.

“Pada posyandu hanya dibatasi untuk balita yang hanya akan di imunisasi saja. Untuk ibu hamil, diprioritaskan yang kehamilan trimester ketiga saja. Sedangkan untuk lansia, dan penderita diabetes dan penyakit lainya terlalu berisiko jika harus dikumpulkan di posyandu,” paparnya.

Petugas puskesmas ataupun bidan desa, lanjut Arnan, melakukan kunjungan rumah kepada warga yang berisiko tadi sekaligus menyampaikan promosi kesehatan tentang pencegahan Covid-19.

“Sekalian menyampaikan pesan tentang cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker, Physical Distancing atau pembatasan fisik,” jelasnya.

Menurut Arnan, dalam  pelaksanaaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga.

“12 Indikator itu yakni, Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur,” paparnya.

Selanjutnya, Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, Anggota keluarga tidak ada yang merokok, Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Ia menambahkan, berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga. Sedangkan keadaan masing-masing indikator mencerminkan kondisi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari keluarga yang bersangkutan.

“Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga ini tiga hal berikut harus diadakan atau dikembangkan yaitu, instrumen yang digunakan di tingkat keluarga, forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga, keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas,” pungkasnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *