287 views

PAN Ubah Peta Politik

// Paksa Dendi Hadapi Nasir // // Adipati Juga Harus Tarung //

Bandarlampung – Partai Amanat Nasional (PAN) secara nengejutkan mengubah peta politik di Pillkada Pesawaran dan Waykanan. Petahana dua daerah ini dipaksa PAN tarung  melawan rival kuatnya yang nyaris tak bisa maju pilkada karna aksi borong parpol oleh petahana.

Hal itu dibuktikan dengan penyerahan rekomendasi PAN untuk pasangan Nasir – Naldi, kemarin. Meskipun rekomendasi PAN sebelumnya diberikan kepada pasangan Dendi – Marzuki.

Dengan demikian, pasangan Nasir – Naldi dipastikan berlayar karena telah mengantongi 10 kursi, Nasdem dengan 5 kursi dan PAN juga 5 kursi. Keduanya pun saat ini tengah menunggu kepastian rekomendasi dari PDI Perjuangan.

Hal serupa juga terjadi di Waykanan. PAN juga memaksa petahana Adipati – Edward untuk melawan rivalnya. Sas sus bakal melawan kotak kosong, PAN akhirnya memilih mendukung pasangan Juprius – Rina. Meskipun sebelumnya dikabarkan PAN bakal mendukung petahana di pilkada Waykanan.

Plt Ketua DPW PAN Lampung, Irfan Nuranda Djafar menegaskan, dengan terbitnya surat rekomendasi DPP PAN kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati, M.Nasir bersama Naldi Rinara dengan nomor Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/160/VII/2020 tanggal 8 Juli 2020 secara otomatis menganulir rekomendasi DPP PAN sebelumnya, yang diberikan pada pasangan Dendi Ramadhona Marzuki.

“Ya batal lah (surat rekomendasi untuk Dendi). Dan memang belum ada penyerahan (surat rekomendasi PAN le Dendi,” kata dia.

Disampaikannya, alasannya PAN mendukung pasangan Nasir – Naldi karena tidak ingin di pilkada Pesawaran terjadi pemilihan melawan kotak kosong. Karena, santer pilkada Pesawaran bakal terjadi lawan kotak kosong.

“Ini juga karena aspirasi kader PAN di Pesawaran yang tidak ingin pilkada lawan kotak kosong. Karena itu menciderai demokrasi,” tandasnya.

Terkait dukungan PAN ke Juprius – Rina, Irfan tidak membantah, namun tidak juga membenarkannya.  Kendati begitu, Irfan memastikan bahwa rekomendasi untuk Pilkada Waykanan, belum ditetapkan. Meskipun beberapa waktu lalu, PAN sempat menyerahkan surat tugas untuk Adipati-Edward.

“Untuk waykanan belum. Bisa saja (rekomendasi berubah, red), namanya politik itu dinamis,” kata Irfan.

Selain di Waykanan, PAN juga dikabarkan akan menyerahkan rekomendasinya kepada bacalonkada Bandarlampung, Yusuf Kohar – Tulus Purnomo. “Bandarlampung masih sangat dinamis sekali. Bisa jadi (ke Yusuf-Tulus, red). Tapi semuanya masih dalam proses,” jelasnya.

Senada juga disampaikan, Ketua DPP PAN, Tutur Sutikno. Menurut Tutur, rekomendasi Pan untuk pilkada Pesawaran sah jatuh ke pasangan Nasir – Naldi. Bahkan, kata dia, belum pernah ada surat rekomendasi untuk Dendi.

“Yang benar yang atas nama Nasir. Seperti yang disampaikan ketua DPW PAN Lampung. Dan belum pernah ada surat untuk Dendi” ujarnya.

Terkait pilkada Waykanan dan Bandarlampung, Tutur mengatakan rekomendasi untuk pilkada dua daerah itu sejauh ini belum diputuskan. “Untuk dua daerah itu sampai saat ini belum diputuskan,” singkatnya.

Sementara itu, Sumber Koran Editor di PAN menyebutkan, rekomendasi PAN jatuh ke pasangan Juprius – Rina. Setelah sebelumnya mendukung pasangan Adipati – Edward.

Menurutnya, perubahan dukungan karena PAN ingin menciptakan pilkada yang demokratis. “Disana kan santer bakal lawan kotak kosong. Dan kader – kader PAN disana menginnginkan pilkada tidak melawan kotak kosong,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, kata dia, berubahnya dukungan PAN juga karena ada pertimbangan lainnya. “Politik ini kan dinamis. Begitu juga dengan rekomendasi PAN, juga sangat dinamis. Dan ada pertimbangan lainnya sehingga kita putuskan untuk mendukung Juprius,” jelasnya.

Lebih lanjut, begitu pun untuk pilkada Bandarlampung. Orang yang enggan disebutkan namanya ini mengatakan, rekomendasi PAN jatuh ke pasangan Yusuf – Tulus.

Meskipun, kata dia, dukungan PAN sebelumnnya jatuh ke pasangan Eva – Dedi. “Ini juga karena aspirasi dibawah yang sangat dinamis. Awalnya kita mendukung Eva, tapi belakangan kita mendukunmg Yusuf Kohar. Ini pun karena ada pertimbangan matang oleh DPP,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Fikri Yasin menegaskan, sampai sejauh ini dukungan PAN untuk pilkada Waykanan dan Bandarlampung tidak berubah.

Untuk pilkada Waykanan, kata dia, PAN mendukung pasangan Adipati – Edward. Dan untuk pilkada Bandarlampung mendukung pasangan Eva – Dedi.

“Sejauh ini yang saya tahu dukungan PAN tidak berubah, tapi jika ada perubahan mungkin nanti say cros cek terlebih dulu,” kata dia.

Diakuinya, rekomendasi partai menjelang pendaftaran di KPUD memang sangat dinamis. Begitu pun juga di PAN. “Tapi jika inigin lebih jelas bisa dikonfirmasi langsung ke yang menandatangani surat rekomendasi, dalam hal ini Pak Ketum (Zulkifli Hasan),” tandasnya.

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan juga belum bisa dikonfirmasi terkait peubahan dukungan di dua daerah pilkada itu. Dihubungi bia telp juga tidak diangkat. Dan dikirim pesan via WA hanya dibaca saja. (cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *