107 views

Loekman Bangkitkan Ekonomi Petani

Lamteng – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto berkomitmen, jika kembali terpilih dalam pilkada serentak 2020, ingin membangkitkan perekonomian petani di wilayahnya.

Khususnya para petani singkong. Pasalnya, dia menemukan petani yang mengeluhkan anjloknya harga singkong setiap panen raya.

Salah satu solusi yang ditawarkan Loekman untuk petani singkong adalah merubah tanamannya. Dari singkong ke nanas.

Hal itu disampaikannya saat beraudiensi dengan jajaran Redaksi Harian Koran Editor di ruang kerjanya, belum lama ini.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, 70 persen warganya merupakan petani. Dari 70 persen itu, 40 persennya adalah petani singkong.

“Setiap panen raya tiba, para petani ini selalu ngeluh, harga singkongnya selalu anjlok. Sekarang saja harga singkong yang diterima para petani cuma 600 rupiah. Belum ada potongan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat dengan mengimport tepung tapioka tidak membawa dampak pada perekonomian para petani singkong. Malah menurunkan harga singkong petani.

“Terlebih situasi sekarang, kapasitas produksi pabrik tidak cukup menampung hasil panen petani singkong. Ini juga yang membuat anjloknya harga singkong petani,” ungkapnya lagi.

Untuk itu, demi memajukan perekonomian para petani, Loekman menawarkan solusi kepada para petani dengan mengubah tanamannya. Merubah menanam singkong ke nanas.

“Belum lama ini saya diskusi dengan pihak GGPC (PT Great Giant Pineaple). Saya mencoba membangun kemitraan agar mereka bisa membantu para petani di Lamteng,” ujarnya.

Dikatakannya, kemitraan yabg dibangun adalah mengkoordinir para petani agar menanam nanas di lahan pertaniannya. “Nanti semua dari pihak GGPC. Mulai dari bibit, penanaman, perawatan, sampai panen. Nanti hasilnya dijual ke GGPC. Dengan begini harapannya perkonomian petani meningkat. Karena harga nanas tetap stabil,” paparnya.

Lebih lanjut, peran pemerintahnya nantinya diperlukan dalam kemitraan petani dengan pihak perusahaan. “Ini agar tidak terjadi monopoli harga. Dan semuanya saling menguntungkan. Disini peran pemerintah diperlukan,” pungkasnya. (Asa/cah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *