384 views

Lambar Tambah KPM BPNT Sebanyak 5.133

Lampung Barat, Editoronline.co.id – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sembako BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di Lampung Barat (Lambar) mengalami penambahan sebanyak 5.133 Kepala Keluarga.

BPNT sendiri adalah bantuan sosial pangan dengan besaran nilai Rp200.000 rupiah, yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

“Untuk penyaluran bulan Juni di Lampung Barat ada KPM tambahan (Perluasan KPM) sebanyak 5.133, sehingga total KPM Lampung Barat saat ini sebanyak 23.462 KPM,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Sopan Sopian, mendampingi Kepala Dinas Sosial, Edi Yusuf, Selasa (7/7/2020).

BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah, yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik, yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang (bahan pangan/e-warung) yang bekerjasama dengan bank.

“Berdasarkan riset, bantuan ini dapat membantu belanja para KPM selama 7-10 hari. Dengan kata lain, bantuan ini bertujuan mengurangi beban oengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, sistem penyaluran bantuan pangan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.

“Bantuan sosial non tunai diberikan dalam rangka program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar,” jelas dia.

Lalu ditambahkannya, program ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal di perbankan, sehingga mempercepat program keuangan inklusif.

“Penyaluran bantuan sosial secara non tunai kepada masyarakat dinilai lebih efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, serta tepat administrasi,” tutur Sopan Sopian.

Sementara, diakuinya, kartu elektronik yang ada pada KPM dapat digunakan untuk memperoleh beras, telur, dan bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko sesuai harga yang berlaku. Sehingga rakyat juga memperoleh nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat, tetapi juga protein, seperti telur.

“Nah, untuk penyaluran bantuan sosial non tunai, juga dapat membiasakan masyarakat untuk menabung karena pencairan dana bantuan dapat mereka atur sendiri sesuai kebutuhan. Untuk menyalurkan bantuan sosial non tunai ini, diawali dengan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos),” pungkasnya. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *