284 views

Dendi Sandang Gelar Magister Terapan Ilmu Pemerintahan IPDN

// Mendagri Saksikan Bupati Pesawaran Wisuda di Kampus IPDN //

Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona resmi menyandang gelar Magister Terapan Ilmu Pemerintahan (M.Tr.I.P) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Hal itu setelah Politisi Partai Demokrat ini menuntaskan gelar akademisnya dan mengikuti gelaran wisuda program pasca sarjana Magister Terapan Ilmu Pemerintahan angkatan 2019/2020 di Lapangan Parade Abdi Praja IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, kemarin.

Wisuda Bupati Pesawaran tersebut berlangsung istimewa, sebab disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mewakili Presiden RI Joko Widodo yang berhalangan hadir.

Dalam sambutan, Mendagri menyampaikan apresiasi karena pelaksanaan wisuda secara langsung itu dilakukan sesuai protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada Rektor IPDN dan segenap jajaran sehingga pelaksanaan wisuda ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang baik,” kata Mendagri melalui rilis yang diterima harianmomentum.com.

Senada, Dendi pun berharap ilmu yang diperolehnya dapat bermanfaat untuk masyarakat luas khususnya masyarakat kabupaten berjuluk Andan Jejama.

Pelaksanaan prosesi wisuda dalam kondisi pandemi merupakan momentum langka yang akan dicatat dalam sejarah. Karena itu, semua kegiatan akan mengikuti protokoler kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi.

“Ini akan dicatat oleh generasi selanjutnya, semua protokol dan kegiatan tentunya dilaksanakan dengan pedoman protokol kesehatan, termasuk pelantikan program IPDN akan dilaksankan dengan protokol ini,” katanya

Tito juga mengatakan biasanya wisuda IPDN dilaksanakan dalam gedung, untuk menghindari penularan virus maka kali ini dilaksanakan di lapangan Parade Abdi Praja IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

“Ada jaga jarak, masker, hand sanitizer, bahkan menggunakan face shield, baik di Jakarta maupun di Jatinangor,” kata Mendagri.

Sebagai bagian dari pelaku sejarah, para wisudawan/wisudawati juga akan menyimpan pan rosesi wisuda dan perayaan kelulusan dengan kenangan tersendiri yang tak terlupakan.

“Sudah banyak lulusan-lulusan IPDN, adik-adik pasti akan ditanya, lulusan tahun berapa? Lulusan pada waktu pandemi, begitu kira-kira. Jadi orang sudah tahu lulusan Tahun 2020,” seloroh Mendagri.

Pelaksanaan wisuda IPDN Tahun 2020 merupakan bagian dari adaptasi baru dalam masyarakat atau new normal.

Tak mudah mengelola sebuah institusi dengan jumlah mahasiswa yang banyak, dan dengan prosesi wisuda yang melibatkan banyak orang.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin, IPDN dapat menjadi salah satu model dalam penerapan new normal dalam sektor pendidikan,” pungkas Tito. (dbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *