170 views

Dampak Covid-19, Jumlah Hewan Qurban di Lambar Diprediksi Menurun

Lampung Barat, Koran Editoronline.co.id – Dampak pandemi Coronavirus Deases 2019 (Covid-19), jumlah pemotongan hewan qurban di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) diprediksi menurun. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar, Alma’arif, Senin (20/7/2020).

“Pemotongan hewan qurban di Lambar tahun ini diprediksi menurun hingga 5 persen. Untuk tahun 2019, jumlah hewan qurban yaitu sapi 295 ekor, kambing 1.021 ekor dan kerbau 1 ekor,” ujar Alma’arif.

Menurutnya, setelah adanya pandemi Covid-19, berdampak pada jumlah pembeli hewan kurban hingga mempengaruhi daya jual.

Sementara itu, persiapan Pemkab Lambar dalam menghadapi Idul Adha yang jatuh pada tanggal (31/7) mendatang, telah lakukan pemeriksaan yang dimulai hari ini.

“Pemeriksaan dimulai hari ini, itu 10 hari sampai tanggal 30 Juli, nanti kita periksa apakah ada cacing hati, karena pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah dipotong,” ungkapnya.

Lebih lanjut Alma’arif menuturkan, jumlah stok hewan qurban di Lambar aman, malah banyak keluar hingga ke Kabupaten lain.

“Stok hewan qurban banyak, malah banyak keluar ke Kabupaten lain. Kita bersyukur untuk hal itu,” tutur dia.

Namun walau begitu, jumlah petugas pemeriksa hewan qurban yang ada di Lambar masih dirasa kurang. Hal itu menurut Alma’arif dipandang perlu untuk dilakukan penambahan di tahun-tahun kedepannya.

Pasalnya, jumlah pekon yang ada di Lambar, tidak sebanding dengan jumlah petugas yang ada. Di tahun-tahun sebelumnya, kurangnya petugas pemeriksa hewan qurban dapat disiasati dengan sosialisasi dan pelatihan kesehatan hewan qurban kepada penjagal atau masyarakat.

“Petugas kita yang ada saat ini berjumlah 15 orang. Petugas pemeriksa dapat dikatakan kurang, karena tidak sebanding dengan jumlah pekon yang ada di Lambar. Namun, kita setiap tahun mensosialisasikan petugas jagal atau masyarakat yang melakukan pemotongan hewan kurban, kita beri pelatihan terkait kesehatan dan pemeriksaan apakah ada cacing hati atau tidak,” tukasnya.

Pihaknya berharap, petugas pemeriksa hewan qurban dapat ditambah untuk keefektifan kinerja, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara menyeluruh dan masyarakat dapat terhindar dari penyakit. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *