50 views

Target Menang 50% + 1

Bakal calon petahana bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto mengaku optimis dapat memenangkan pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Bahkan, Ketua DPC PDI Perjuangan Lamteng ini menargetkan ingin merebut kemenangan 50% + 1.

“Kalau saya tidak muluk-muluk, 50% plus satu sudah cukup,” ujarnya, kemarin.

Untuk itu, dirinya terus mengkonsolidasikan struktur kepengurusan, kader, dan simpatisan dalam waktu lima bulan tersisa menjelang pilkada.

Dikatakannya, saat ini PDI Perjuangan Lamteng solid dan akan semakin solid dengan dijalankannya reorganisasi struktur sampai tingkat paling bawah.

Menurutnya, yang saat ini sedang berlangsung adalah musyawarah anak cabang (tingkat kecamatan) yang merupakan lanjutan dari musyawarah anak ranting (kampung) yang sudah digelar sebelumnya. “Partai kami solid dan akan lebih solid lagi setelah reorganisasi,” kata dia.

Pada pilkada serentak 2020, Loekman telah menerima surat tugas dari DPP PDIP untuk persiapan maju sebagai calon bupati. Terkait hal ini, Loekman mengatakan selain menyiapkan mesin partai untuk bergerak, proses pembentukan kelompok-kelompok sukarelawan juga sedang dilakukan.

Terkait calon wakil yang akan mendampinginya, Loekman mengatakan sejauh ini tidak ada usulan nama dari bawah, kecuali dari beberapa pengurus. Munculnya nama Ilyas Hayani Muda yang sudah sampai di DPP, menurut Loekman, juga menjadi bagian dari proses. Sebab, keputusan final ada di DPP.

Dia optimistis tidak akan ada resistensi terhadap calon wakil tersebut. Sebab, tradisi PDIP, setelah DPP memutuskan siapa calon bupati dan wakil bupati yang diusung, seluruh kader dan struktur akan bersama-sama berjuang memenangkannya.

“PDIP ini beda, ketika sudah diputuskan, semua satu suara. Saya adalah ketua DPC PDIP Lamteng sehingga memenangkan saya dalam pilkada Lamteng berarti juga menjaga maruah partai,” ujarnya.

Menurut Loekman, yang masih menjabat sebagai bupati Lamteng, ia bisa membedakan saat sebagai bupati dan ketua partai. Sebagai bupati, ia adalah pemimpin bagi seluruh Lamteng, maka kebijakan-kebijakannya tidak tebang pilih berdasarkan latar belakang partai politik.

“Bansos diberikan sesuai kriterianya, bukan latar belakang partai. Dalam urusan politik, bupati adalah pembina politik di wilayahnya. Oleh sebab itu, siapa pun yang duduk sebagai bupati, ia harus bisa mengayomi semua,” katanya.

Dia menjelaskan dalam kurang lebih lima bulan waktu yang tersisa sebelum pilkada dirasakan cukup untuk persiapan dan meraih suara sesuai target yang ditetapkan. (dbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *