85 views

PKS Kantongi Rekom Calon Walikota Bandarlampung

Bandarlampung – Ketua DPD PKS Bandar Lampung Aep Saripudin memberikan sinyal bahwa surat rekomendasi untuk pemilihan walikota (pilwakot) Bandar Lampung sudah terlihat “hilalnya”. Pernyataan ini dilontarkan Aep diacara halal bihalal virtual PKS Bandarlampung, kemarin.

 

Aep mengatakan bahwa PKS Bandar Lampung telah mengusulkan tiga nama Calon Walikota Bandar Lampung ke DPP PKS melalui DPW. Tiga nama tersebut yaitu, Eva Dwiana, M. Yusuf Kohar dan Rycko Menoza.

 

“Insyaa Allah PKS akan segera mengeluarkan rekomendasinya. Sepertinya sudah tampak hilal dari DPP untuk surat rekomendasi ini. Siapa calonnya? Belum bisa disebutkan sekarang, tapi bisa disebutkan ciri-cirinya, yaitu si calon memiliki peluang menang yang besar jika diusung PKS”, kata Aep.

 

Aep melanjutkan bahwa dalam pilkada tentunya PKS tidak bisa hanya sekedar mengusung nama calon. Tapi yang paling penting apa yang akan PKS titipkan untuk pembangunan kota Bandar Lampung ke depan yaitu menjadikan Bandar Lampung kota modern, religius dan sejahtera.

 

Dalam kesempatan itu juga, Wakil Ketua DPRD Kota Bandarlampung ini juga memberikan catatan pada pembangunan di Bandar Lampung.

 

Aep mengatakan bahwa PKS memberikan apresiasi kepada Walikota Bandar Lampung terhadap tiga pembangunan dasar, yaitu pertama, Pembangunan Spiritual, dengan maraknya kegiatan keagamaan, berupa bantuan dana peringan hari besar islam, bantuan dana bagi guru ngaji, marbot masjid, serta pintu gerbang bertuliskan kalimat tauhid, lafadz Al-qur’an di dinding komplek pemkot, dan di dalam kantor perizinan satu atap, akan mengingatkan pada nilai-nilai spiritual yang akan membuat masyarakat Bandar Lampung yang religius.

 

Kedua, pembangunan infrastuktur, khususnya jalan baik jalan protokol, fly over, underpasa, maupun jalan lingkungan telah membuat nyaman transportasi di Bandar Lampung, dan lancarnya distribusi barang dan jasa.

 

Ketiga, pembangunan kesehatan dan pendidikan, program biling untuk sekolah dasar dan menengah, serta beasiswa perguruan tinggi warga bandar lampung telah mwngetaskan wajar 9 tahun dan meningkatnya tingkat pendidikan warga bandar lampung. Berobat gratis yang diselenggarakan telah menyehatkan warga bandar lampung. Terbukti sejak 2010 sampai dengan 2018 IPM Bandar Lampung terus meningkat dari IPM 71,11 (2010) sampai 76,63 (2018) (data dari www.ipm.bps.go.id)

 

Namun demikian, PKS juga memiliki dua catatan permasalahan utama kota Bandar Lampung, yaitu, Pertama, banjir perkotaan yang selalu datang secar rutin tak bisa dikesampingkan begitu saja. Hilangnya daerah resapan di perbukitan dan gunung betung, Pembangunan perumahan yang terus meningkat, hilangnya bantaran sungai di peekotaan, dan tentunya sampah dan pendangkalan sungai menjadi penyebabkan harus dapat diuraikan dari hulu ke hilir.

Kedua, pertumbuhan ekonomi yang terus menurut sejak 2016 di atas 6,4% hingga 2019 di bawah 6,25%. Hal ini disebabkan kurang meratanya pendapatan ekonomi pada rakyat kecil.

 

Dari beberapa catatan dan persoalan utama Bandar Lampung, PKS mengusulkan tiga program utama pembangunan kedepan, pertama, pembangunan infrastruktur modern, humanis dan ramah lingkungan. Perlu disiapkan Bandarlampung kota metropolitan dengan pola e-goverment/layanan digital.

 

Pembangunan kota bebas banjir dengan reboisasi di hulu dan bantaran sungai, penyiapan embung kota, dan pembuatan biopori di setiap rumah tangga. Dan tak kalah penting ruang terbuka hijau selain sebagai daerah serapan air juga menyegarkan bagi warganya. Tentu dengan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya.

 

Kedua, Pembangunan ekonomi rakyat dan ekonomi kreatif. Menghidupkan umkm dengan bantuan modal dan pendampingan usaha menjadi utama. Pertumbuhan destinasi wisata juga perlu di rangsang dengan menghidupkan ekonomi kreatif masyarakat sekitar destinasi semakin membuat pemerataan pendapatan.

 

Ketiga, pembangunan manusia dengan tetap membuat sehat dan cerdas warganya, dengan nilai-nilai spiritualitas melalui program pendidikan, kesehatan dan keagamaan sehingga terus meningkatnya indek pembangunan manusia yang religius. (dbs)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *