339 views

Pemkab Lambar Ganti Beras Sembako Berkualitas Tak Layak

Lampung Barat – Akhirnya, beras rasa nasi basi yang dipulangkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), telah diganti dengan beras baru oleh pemerintah setempat.

Hal itu diungkapkan Peratin Pekon Kubu Perahu, Heri Susanto. Dirinya mengatakan untuk saat ini beras yang dipulangkan telah diganti dengan beras yang baru, dan saat ini pihaknya mulai salurkan kembali.

“Kita buatkan berita acara lalu kita ke Dinas Sosial, dan dari Dinas Sosial itu kita langsung pergi ke gudang di tempat Aho (Pihak Ketiga Penyedia Barang dan Jasa Bantuan Sosial Sembako) dan diganti dengan yang baru,” ujar Heri, Jum’at (12/6/2020).

Heri menuturkan bahwa bantuan beras pengganti telah berada di balai pekon sejak pukul 19:00 WIB dan akan langsung disalurkan kembali kemasyarakat.

“Alhamdulilah, jam tujuh beras sudah ada di balai pekon, dan pagi ini telah bisa didistribusikan kembali kepada masyarakat yang mengembalikan bantuan,” ungkapnya.

Rasa Nasi Basi, Warga Kompak Pulangkan Beras Bantuan

Warga kompak kembalikan sembako beras bantuan dari Pemkab Lampung Barat (Lambar) setelah mencoba dimasak dan ternyata rasanya seperti nasi basi.

Sembako beras yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tersebut diperuntukkan untuk penyediaan jejaring pengamanan sosial akibat pandemi virus corona.

Namun, kualitas bantuan sembako beras tersebut jauh dari kata layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, warga setempat kompak mengembalikan beras bantuan tersebut.

Salah satu warga setempat, Jumiati mengatakan, dikembalikannya beras bantuan tersebut setelah dirinya mencoba menanak nasi dan rasanya seperti nasi basi.

“Dikembalikan karena rasanya tidak enak, seperti nasi basi, jadi diberikan sama ayam. Sisanya dikembalikan kepada pemerintah hari ini,” ujar Jumiati saat mengembalikan bantuan beras tersebut, Kamis (11/6/2020).

Lalu, senada dengan Jumiati, Iwan warga Pekon Kubu Perahu mengatakan, kondisi beras banyak batu dan berbau apek. “Setelah dimasak beras itu banyak batunya, baunya apek dan rasanya tidak enak. Sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” ungkap Iwan.

Ditambahkan Ernida warga setempat berharap, pemerintah memberikan bantuan makanan yang layak dikonsumsi. “Udah dimasak, rasanya tidak enak seperti nasi basi, itu bukan makanan namanya, harapannya kepada pemerintah untuk diganti kepada beras yang layak konsumsi,” jelasnya seraya berharap.

Sementara itu, Peratin setempat, Heri Susianto mengatakan, pengumpulan beras bantuan yang akan dikembalikan kepada pemerintah sudah terkumpul hingga 90 paket karung.

“Untuk saat ini sekitar 90 dan untuk hari ini ditunggu hingga pukul 16.00 Wib, nanti akan langsung kita laporkan kepada Dinas Terkait,” Heri Susianto.

Warga menerima sembako beras bantuan sebanyak 10 Kg dan empat kaleng dencis dari Pemkab Lambar per Kepala Keluarga (KK). Diketahui Pemkab Lambar anggarkan bantuan untuk masyarakat Lambar sebanyak 35.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan rincian harga beras per kilogramnya sebesar Rp14.000, dan Dencis per kalengnya dengan harga sebesar Rp20.000. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *