237 views

PAN Rekomendasikan Irfan Maju Metro

Bandarlampung – DPP Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya merekomendasikan Irfan Nuranda Djafar sebagai calon walikota Metro periode 2021 – 2026. Hal itu tertuang dalam surat DPP PAN bernomor : 48/PILKADA/VI/2020 tertanggal 16 Juni 2020.

Dalam surat  yang ditandatangani tim pilkada DPP PAN, Asman Abnur dan Viva Yoga Mauladi itu Plt. Ketua DPW PAN Lampung ini ditugaskan untuk mencari pasangan calon wakil walikota Metro.

Selain itu, ditugaskan untuk mendapatkan koalisi partai politik lain untuk memenuhi persyaratan pencalonan di pilkada 2020. “Terakhir melakukan komunikasi intensif dengan DPW, DPD, DPC, dan DPRt PAN untuk menggerakkan mesin partai dan membuat program pemenangan pilkada 2020,” demikian bunyi tugas point ketiga dari surat rekomendasi tersebut.

Dikonfirmasi hal tersebut, Irfan membenarkannya. Mantan bupati Lampung Timur ini juga mengaku telah menerima surat tersebut.

“Ya, setelah menerima surat ini kita akan segera konsolidasi ke DPD, DPC, dan Ranting serta kepastian perahu dan wakilnya,” tukasnya.

Sebelumnya, Kontelasi politik menjelang Pilkada kota Metro 9 Desember 2020 mendatang berubah. Teranyar, Plt. Ketua DPW PAN Lampung Irfan Nuranda Djafar turut meramaikan bursa pencalonan walikota setempat.

Bahkan, Irfan mengaku sudah intens berkomunikasi dengan sejumlah partai politik guna membangun koalisi. Seperti Partai Demokrat dan PKS.

Kepada Koran Editor, Irfan mengaku diminta oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan untuk maju sebagai bakal calon walikotaq Metro pada pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Menurutnya, permintaan itu menyusul tidak dimungkinkannya Irfan menjadi bakal calon bupati Lampung Selatan, meskipun sebelumnya Irfan mencalonkan diri sebagai balon bupati. Hal itu dikarenakan PAN sementara ini telah mendukung balonbup Hipni.

“Iya benar. Jadi saya diminta ketum untuk maju pilwakot Metro. Karena di Lamsel sudah tidak mungkin. Karena saat ini PAN, sementara sudah mendukung Hipni. Karena ini perintah ketum, kita harus siap,” ujarnya, kemarin.

Karena PAN hanya memiliki dua kursi, Irfan mengatakan dirinya sudah melakukan penjajakan ke partai politik lainnya untuk membangun koalisi. Seperti dengan Demokrat yang memiliki 3 kursi dan PKS yang memiliki 4 kursi.

“Kita sudah bangun komunikasi dengan Demokrat. Dan sambutan mereka juga bagus. Dan insya allah nanti saya mau komunikasi dengan PKS,” ungkapnya.

Disinggung soal Demokrat yang sudah mendukung Djohan dan PKS yang mendukung Mufti Salim, Irfan mengatakan, hal itu nanti tergantung dari komunikasi politiknya seperti apa.

“Saya kan mantan bupati, kalau udah pernah jadi bupati nggak bisa dong jadi wakil. Pak Djohan juga udah dua kali jadi wakil, jadi nggak bisa jadi wakil, dia harus jadi walikota. Ya kemungkinan dengan PKS, karena Pak Mufti kan belum pernah jadi bupati atau wakil,” jelasnya.

Terpisah, sumber Koran Editor mengatakan, terkait majunya Irfan sudah ada tiga partai yang siap mendukungnya untuk berkoalisi. Ketiganya adalah PAN, PKB, dan Hanura.

“Jadi ketiga partai ini sudah sepakat dan setuju untuk mengusung Bang irfan maju di pilwakot Metro,” ujar sumber yang enggan namanay dikorankan ini.

Bahkan, lanjut dia, sudah ada calon wakil untuk mendampingi Irfan. “Wakilnya sudah ada. Tapi belum bisa disampaikan sekarang,” tandasnya. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *