1.456 views

Koalisi Berjaya Berlanjut

Bandarlampung – Partai Golkar dan PKB yang sukses memenangkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Arinal Djunaidi – Chusnunia pada pilgub 2018, bakal meneruskan trend positifnya di pilkada serentak 9 Desember 2020. Pasalnya, keduanya sepakat untuk berkoalisi dengan mengusung kandidat yang sama.

 

Seperti di Lampung Timur (Lamtim), Sekretaris DPD I Partai Golkar Lampung, Ismet Roni mengatakan, partainya siap untuk berkoalisi dengan PKB dengan mengusung pasangan Dawam Rahardjo – Azwar Hadi.

 

“Kita sikap DPD I sudah clear. Dan sudah kita usulkan ke DPP. Dan sikap kita, DPD I Partai Golkar kita koalisi dengan PKB,” ujarnya kemarin.

 

Selain di Lamtim, Anggota DPRD Provinsi Lampung ini juga mengatakan, partainya akan berkoalisi dengan PKB untuk pilkada di Lampung Tengah (Lamteng) dan Pesisir Barat (Pesibar).

 

“Di Lamteng, kita mengusung Musa Ahmad. Sedangkan di Pesibar kita mengusulkan Kherlani, dan insya allah wakilnya dari PKB. Besar kemungkinan Bu Erlina. Semua masih serba mungkin,” ungkapnya.

 

Sementara di Waykanan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung periode 2014 – 2019 ini mengatakan, pihaknya juga mendukung pasangan Juprius – Rina Marlina.

 

“Dan tidak menutup kemungkinan pilkada 8 kabupaten/kota ini kita akan berkoalisi dengan PKB seperti koalisi pilgub lalu. Karena komunikasi kita dengan PKB sangat bagus. Dan sekarang kita tinggal menunggu rekomendasi dari DPP,” tukasnya.

 

Terpisah, Wakil Ketua DPW PKB Lampung, Hidir Ibrahim tak menampik jika partainya bakal kembali berkoalisi dengan Partai Golkar seperti Pilgub 2018 lalu.

 

“Ya sangat mungkin lah, berkolaisi dengan Partai Golkar. Kenapa jadi tidak mungkin. Kalau komunikasi politiknya kita dengan Partai Golkar sangat intens,” jelas Ketua Desk Pilkada DPW PKB Lampung ini.

 

Kendati demikian, Ketua GP Ansor Provinsi Lampung ini masih menunggu keputusan dari DPP. Karena, kata dia, pihaknya saat ini baru akan menggelar Fit and Proper Test para calonkada 8 pilkada Kabupaten/kota.

 

“Yang sudah jelas untuk di Lamtim kita mendukung Dawam Rahardjo. Dan yang jelas untuk kader,seperti Bu Erlina di Pesibar,  selalu kita prioritaskan,” ujarnya.

 

Sedangkan, lanjut dia, untuk daerah lain masih menunggu hasil Fit and Proper Test. “Yang jelas saat ini saya belum belum bisa bicara banyak. Karena kita baru akan Fit and Proper Tes. Untuk kapannmya? Nanti kita kabarin jadwal Fit and Proper test nya,” tandasnya.

 

Disisi lain, konstelasi politik pilkada Waykanan semakin dinamis. Bakal calon bupati Waykanan, Juprius yang telah mendeklarasikan berpangan dengan Juanda, berubah berpasangan dengan Rina Marlina.

 

Hal itu setelah beredarnya foto Juprius – Rina Marlina, dengan keterangan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waykanan periode 2021-2026.  Dalam foto itu, tertulis jargon Arjuna (Amanah Rakyat Juprius – Rina), untuk Waykanan Berjaya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Juprius membenarkan terkait foto yang berpasangan dengan Rina Marlina. Ketua AEKI Provinsi Lampung ini juga mengatakan pihaknya tinggal menunggu keputusan partai politik saja.

 

“Kita tinggal nunggu keputusan partai saja. Yang jelas ada beberapa partai yang diap mendukung. Kita tunggu saja,” ujarnya.

 

Dirinya pun juga mengklaim, pasangan sebelumnya tidak mempermasalahkan dirinya berganti pasangan dengan kandidat lain. “Dengan Juanda kita bagus, dan dia masih masuk gerbong kita. Dengan Hasbi yang pasangan bu Rina sebelumnya juga ba=gus komunikasinya,” tandasnya.

 

Terpisah, Nama Dawam Raharjo-Azwar Hadi (Da-Di) dikabarkan akan berpasangan untuk maju bersama sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Lampung Timur 2020.

 

Ketua DPD II Partai Golkar Lamtim, Azwar Hadi mengamini kabar tersebut. “Kemungkinan bisa saja ya. Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Apalagi ini politik kan,” ucapnya.

 

Anggota Fraksi Golkar DPRD Lampung ini mengatakan dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan partai politik untuk Pilkada Lampung Timur.

 

Sebab, Kata Azwar, ia siap melakukan apapun yang menjadi perintah partai politik. “Kalau kata partai maju pilkada, saya maju. Kalau tidak ya sudah, tidak masalah. Begitu pun kalau partai memerintahkan saya berpasangan dengan pak Dawam, saya pun siap,” tegasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubrnur Chusnunia alias Nunik yang akur dan kompak untuk urusan membangun Lampung mewujudkan Lampung berjaya, ternyata dikabarkan pecah kongsi di urusan politik.  Pasalnya, kedua ketua parpol itu hanya bisa berkoalisi di sebagian kecil dari delapan pilkada serentak 23 September 2020 mendatang.

 

Seperti di Lampung Timur, sumber Koran Editor di PKB mengatakan, partainya tidak dapat berkoalisi dengan Partai Golkar seperti pada Pilgub 2018 lalu. Pasalnya, pihaknya memilih untuk mengusung Dawam Rahardjo. Sementara itu, Partai Golkar memilih untuk mengusung kandidat lain.

 

“Tapi kita akan tetap terus berusaha untuk membujuk Pak Arinal selaku ketua Partai Golkar Lampung untuk sama – sama mengusung kandidat yang sama. Ya kalau kami memilih akan mengusung Dawam Rahardjo,” ujar sumber yang namanya eggan dikorankan ini.

 

Lanjutnya, hal serupa juga bakal terjadi di pilkada Lampung Tengah. Partai Golkar sudah hampir dipastikan akan mengusung pasangan Musa Ahmad – Ardito Wijaya. Sementara PKB santer dikabarkan akan mengusung kadernya sendiri, yakni Imam Suhadi.

 

“Untuk kita (PKB, red) ada kader sendiri yang akan kita usung maju, yakni Imam Suhadi. Tapi kami tetap akan menjalin komunikasi lagi dengan partai politik lainnya,” ungkapnya. (cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *