33 views

IMS Soroti Protokol Kesehatan Objek Wisata di Lampung

Bandarlampung – Kasus Covid 19 di Lampung tercatat Senin 01 Juni 2020, ada 135 positif, 74 sembuh, dan 11 meninggal. Angka ini menunjukan grafik terinfeksi corona semakin meningkat. Disisi lain Pemerintah Daerah mulai membahas agar sektor pariwisata yang merupakan sektor paling terdampak akibat adanya wabah yang mendunia ini, bisa kembali bergeliat.

 

Edarwan selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung menyatakan pihaknya telah melakukan pembahasan bersama pelaku usaha di Lampung. Dirinya mengakui bahwa potensi pariwisata Lampung memiliki nilai lebih yang meliputi wisata bahari, pantai dan laut, gunung, kuliner, pendidikan, budaya, dan sebagainya.

 

“Kita di teknis membahas mengenai kesiapan-kesiapan new normal di sektor pariwisata. Tapi kita masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pusat mengenai kapan sektor pariwisata resmi dibuka. Pada prinsipnya protokol dan aturan kesehatan harus diterapkan.” Ujarnya kepada awak media, Senin (1/6).

 

Menyikapi hal ini anggota DPRD Lampung I Made Suarjaya menilai upaya yang dilakukan Pemda melalui Dinas Pariwisata tersebut sudah tepat, namun perlu disosialisasikan lebih bijak ke masyarakat agar publik tidak salah paham bahwa pemerintah lebih mementingkan pariwisata dimasa covid 19.

 

“Itu langkah baik, karena mekanisme harus diramu secara sistematis. Namun penyampaian ke publik juga harus pas. Dimasa serba sulit ini, masyarakat gampang salah paham. Ini penting untuk disikapi dengan baik.” Ujarnya Anggota Dewan yang akrab di panggil Cah Angon ini di Gedung DPRD.

Kemudian Cah Angon menyampaikan salah satu cara menjaga agar zona destinasi wisata aman adalah dengan menerapkan test swab kepada pengunjung, disamping penerapan protokoler kesehatan.

 

“Jaga jarak, pembatasan jumlah orang, dan fasilitas tempat cuci tangan yang diperbanyak, itu sudah suatu keniscayaan kedepannya. Namun perlu dipikirkan untuk melakukan test swab bagi pengunjung disamping pengecekan suhu tubuh. Memang mahal, tapi ini membuat keyakinan masyarakat bahwa zona wisata tersebut aman, dan ini akan membuat antusias mereka bertambah. Kalau tidak, siapa yang berani?” Imbuhnya.

 

Cah Angon juga mengatakan bahwa saat ini ekonomi masyarakat Lampung mengalami penurunan, hal itu berkorelasi pada turunya daya beli masyarakat, sehingga pemerintah perlu mendahulukan sektor-sektor central.

 

“Saat ini buying power masyarakat sedang down, hasil panen juga banyak yang gagal. Walau semua sektor perlu diperhatikan, saya himbau sektor-sektor central seperti pertanian harus mendapat perhatian ekstra dan prioritas. Jika sektor central bisa diperbaiki, baru sektor lain akan tertopang.” Paparnya.

 

Menurutnya pemerintah daerah harus membuat suatu grand design baru berbasis lokal untuk menata sistem perekonomian, pendidikan, sosial, politik, budaya dan lainnya dalam fase new normal dan after new normal.

 

“Kita saat ini bicara new normal, perlu disadari bahwa setelah itu ada fase after new normal. Maka saya sarankan agar eksekutif ini bisa duduk bersama melibatkan para ahli, lalu membuat grand design baru berbasis lokal tentang ekonomi dan lainnya kedepan. Ini harus segara sebagai langkah penyelamatan.” Tutupnya. (dbs)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *