258 views

Hearing Recofusing Dana Covid-19 Digelar Tertutup, Siapa yang Beri Instruksi?

Lampung Barat – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Barat (Lambar), Edi Novial membantah keras jika dirinya menginstruksikan pelaksanaan hearing Recofusing Dana Covid-19 dilakukan secara tertutup.

Menurut Edi, hearing tidak dilakukan secara tertutup, dan dirinya mengaku tidak tahu dan tidak pernah menginstruksikan kepada anggota atau bawahannya terkait hal tersebut.

“Sebenarnya tidak tertutup, tapi terbuka itu posisinya, jadi itu tadi membahas terkait dana re-alokasi, jadi kan dari kemarin-kemarin rapat dilakukan secara sosial distancing atau menjaga jarak, sehingga rapat hanya dihadiri oleh pimpinan, ketua praksi, ketua komisi. Hari ini kita undang eksekutif untuk menjelaskan kegiatan apa saja yang sudah pernah dilakukan,” ujar Edi Novial saat setelah selesainya hearing recofusing dana Covid-19, Senin (8/6/2020).

Secara tegas, Edi bantah adanya tidak keterbukaan untuk atau bahkan ada sesuatu yang dirahasiakan. “Ya anggak ada, ini hanya ini saja, nggak ada masalah, ini kan terbukalah ya, jadi nggak ada yang dirahasiain, kalo dirahasiain nggak mungkin saya sampaikan disini,” tegasnya.

Dijelaskannya, kedepan akan dijadwalkan ulang untuk dilakukan rapat lanjutan dalam rangka menanyakan program-program apa yang telah dan akan dilakukan pihak eksekutif dalam penanganan Covid-19.

“Ini nanti ada rapat lanjutan dan dijadwal ulang, karena tadi pihak eksekutif hanya menjelaskan secara umum, program-program apa aja dalam rangka penanganan Covid-19, jadi teman-teman DPRD mereka punya keinginan untuk OPD terkait nanti diundang, untuk menjelaskan program mereka, apa yang sudah dilakukan, kalo memang ada persoalan dibawah akan menjadi solusi untuk supaya program itu menjadi lebih baik, nyampe ke masyarakat, gitu,” jelas dia.

Saat ditanya lebih lanjut, terkait dugaan adanya 10 anggota DPRD Lambar yang menerima uang pengondisian anggaran Covid-19 sebanyak 30 juta per orangnya, Edi mengatakan hal tersebut tidak ada masalah.

“Nggak ada masalah, kalo itu tertutup nggak mungkin kita jelasin disini, kalo pintu buka tutup buka tutup hal yang biasa, nggak ada masalah dan boleh ditanya sama eksekutif ya dan masalah program itu, jadi nggak ada masalah,” lanjutnya.

“Itu yang salah, kita punya undangan resmi terkait masalah pemberitahuan terkait penanganan Covid-19 ini, artinya kegiatan ini memang harus diinformasikan secara luas, untuk apa kita tutup-tutupi, nanti kita ada keterbukaan setelah reses nanti, biar jelas, kita undang OPD terkait, nanti diinformasikan lebih lanjut,” tambah dia.

Berbeda dari apa yang disampaikan Ketua DPRD Lambar, Edi Novial, Kepala Bagian Risalah DPRD Lambar, Rudi Ramadian mengatakan hal yang sebaliknya.

Dirinya mengaku, menjalankan perintah atasan agar pelaksanaan hearing recofusing dana Covid-19 dilakukan secara tertutup, dan informasi yang disampaikan saat hearing berlangsung tidak sampai keluar.

“Saya hanya menjalankan perintah atasan untuk melaksanakan hearing secara tertutup, jadi selain dari pihak DPRD dan Eksekutif tidak boleh mengikuti hearing tersebut. Dan informasi yang ada dalam hearing tidak sampai keluar,” aku Rudi.

“Saya hanya menjalankan perintah, dan tidak mempunyai kewenangan untuk itu, siapa saya sih. Itu juga seharusnya bukan saya yang menjalankannya, tetapi bagian Kehumasan,” terangnya melanjutkan.

Ditanya terkait adanya anggota DPRD yang tidak mengetahui dan tidak setuju hearing dilakukan secara tertutup, Rudi dengan tegas mengatakan, anggota dewan yang tidak mengetahui hal itu mungkin datang terlambat.

“Saya menjalankan tugas, ya tadi mungkin anggota DPRD yang tidak mengetahui bahwa itu tertutup datang terlambat,” tukas dia singkat. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *