28 views

Epidemiologi Terendah Nasional

Upaya Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi untuk menekan penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) mulai membuahkan hasil.

Pasalnya, berdasarkan Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat per kemarin, menunjukkan peta kondisi epidemiologi Lampung menempati peringkat satu secara nasional. Dalam data tersebut, skor risiko penyebaran virus Covid-19 di Lampung 2,76 atau termasuk rendah.

Di bawah Lampung terdapat DIY Yogyakarta dengan skor yang sama yakni, 2,76. Kemudian peringkat selanjutnya diduduki NTT dan Bangka Belitung dengan skor masing-masing 2,71. Sementara di peringkat kelima ditempati Kepulauan Riau dengan skor 2,67.

Berdasarkan data itu terdapat dua wilayah Lampung yang memiliki status tidak terdampak Covid-19. Daerah yang dimaksud adalah Lampung Timur dan Mesuji.

Selain itu, terdapat juga daerah yang sudah tak ada lagi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Daerah yang tak lagi ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 adalah Tulangbawang, Way Kanan, dan Tulangbawang Barat.

Diketahui, persentase kesembuhan pasien di Lampung mencapai 78,7 persen. Dari 188 pasien terkonfirmasi yang tercatat Tim Gugus Tugas, 149 pasien sembuh. Sedangkan yang meninggal hanya 12 pasien.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana menyebutkan data tersebut dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.

“Iya benar, itu data dari Tim Gugus Tugas Pusat,” ujar Reihana, kemairin.

Meski demikian, Reihana selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang paling penting itu harus patuh menjalani protokol kesehatan. Seperti cuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak fisik,” jelas Reihana.

Dia meyakini jika protokol kesehatan dipatuhi, maka pandemi covid-19 bisa dilalui. Karena itu, penerapan protokol kesehatan tidak dianggap sepele.

“Sebenarnya pemutusan rantai covid-19 itu sulit, karena tidak mematuhi protokol kesehatan. Tapi kalau tiga itu, dilakukan maka insya Allah kita bisa melalui pandemi covid-19 ini,” tuturnya. (dbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *