58 views

“COKLIT” Tahapan Penentu Kualitas Data Pemilih

Oleh

Agus Riyanto
Divisi Data dan Informasi KPU Lampung

COKLIT kata yang sudah familiar di telinga kita di saat pelaksanaan tahapan pemilu/pemilihan terutama tahapan pemutakhiran data pemilih.

Pencocokan dan penelitian atau biasa disingkat COKLIT adalah kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang mendatangi pemilih dari rumah ke rumah untuk mencocokkan dan melakukan penelitian daftar pemilih dengan dokumen kartu tanpa penduduk elektronik atau surat keterangan (suket) dan kartu keluarga.

Mengapa pencocokan dan penelitian daftar pemilih ini penting untuk dilakukan ? Jawabannya agar mendapatkan daftar pemilih yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan tingkat akurasi dan kemutakhirannya untuk menjamin dan melindungi hak politik setiap warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Dengan istilah lain coklit adalah sebagai bentuk verifikasi terhadap kebenaran dan keabsahan data pemilih di masyarakat.

Selain sebagai upaya pencocokan dan penelitian terhadap data pemilih yang ada, proses coklit yang dilakukan oleh PPDP juga mencatat pemilih baru yang belum masuk dalam daftar pemilih, memperbaiki elemen data yang salah, mencoret pemilih yang sudah tidak lagi memenuhi syarat dan lain sebagainya.

PPDP punya tanggungjawab yang besar sekaligus mulia dalam mengemban tugas untuk memutakhiran data pemilih dalam penyelenggaraan pemilu/pemilihan. Selain berkontribusi dalam menjamin dan melindungi hak pilih, data yang valid dan akurat juga berkontribusi besar dalam penyediaan logistik pada saat hari pemungutan suara seperti berapa jumlah surat suara yang harus dicetak berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta komponen logistik lainnya.

Dalam proses pemutakhiran data pemilih dengan cara coklit, PPDP dituntut untuk bekerja secara cermat, tertib, efektif dan akuntabel untuk melahirkan data yang berkualitas dan lebih baik. Ada 7 (tujuh) prinsip proses pemutakhiran data pemilih yang harus menjadi ruh bagi penyelenggara pemilu/pemilihan yaitu akurasi, komprehensif, mutakhir, inklusif, transparan, responsif dan partisipatif. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *