152 views

CALON TANCAP GAS

Bandarlampung – Sejumlah bakal calon kepala daerah di Lampung menyambut positif atas disepakatinya pilkada digelar 9 Desember 2020 mendatang. Bahkan mereka siap kembali turun sosialisasi ke masyarakat setelah sedikit terhenti akibat pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya sosialisasi, bahkan ada yang siap bagi-bagi sembako guna membantu masyarakat terdampak Covid-19.

 

Seperti halnya bakal calon bupati Lampung Selatan (Lamsel), Hipni. Menurut orang dekat Hipni, jagoannya bakal tancap gas turun ke masyarakat setelah disepakatinya pilkada akan digelar 9 Desember 2020 mendatang. “Jadi kita sangat apresiatif terhadap pemerintah yang sudah menetapkan kembali jadwal pilkada. Dengan begini kita siap kembali turun ke masyarakat untuk bersosialisasi,” ujarnya, kemarin.

 

Selain sosialisasi, lanjut dia, Hipni juga akan membagi-bagikan sembako berupa beras kepada masyarakat. “Setidaknya kita sudah menyiapkan 300 ton beras untuk kita bagi-bagikan ke masyarkat. Ini kan masih masa pandemi, jadi kita juga membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid dengan bagi-bagi beras,” jelasnya.

 

Terpisah, Bakal calon bupati sekaligus petahana Waykanan, Raden Adipati Surya menyatakan bahwa tetap mengikuti konstetasi pilkada. Meskipun, belum ada kepastian kapan pandemi Covid-19 berakhir.

 

“Inshaa Allah kita tetap mengikuti konstestasi pilkada yang rencananya dilaksanakan 2020 sepanjang didukung oleh masyarakat dan partai,” ujarnya, kemarin.

 

Menurutnya, sebagai kader siap apabila ditunjuk oleh partai kapan pun pilkada di laksanakan. “Ini kan hanya persoalan waktu dan yang lebih paham soal itu adalah pemeritah pusat, kita tinggal mengikuti saja,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, dirinya yakin dan percaya apapun yang di putuskan oleh Pemerintah dan DPR tentu sudah melalui proses dan perhitungan yang matang. “Kita tinggal mengikutinya saja. Kita doakan agar pandemi covid 19 ini bisa segera berlalu dan kita hidup normal kembali aamiin,” pungkasnya.

 

Senada uga disampaikan, bakal calon bupati Lampung Tengah (Lamteng), Nessy Kalvia Mustafa. Melalui orang dekatnya yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Lamteng, Miswan Rody menyatakan, jika jagoannya tetap bakal maju pada konstetasi pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Meskipun, belum tahu kapan pandemi Covid-19 berakhir.

“Tetap maju. Apalagi belum jadi bupati saja bunda Nessy sudah banyak membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19 ini. Terlebih partai koalisi kita, Nasdem dan PKS sudah cukup untuk mengusung bunda Nessy,” ujarnya.

 

Mantan anggota DPRD Provinsi Lampung juga optimis bakal ada partai politik lainnya yang punya visi misi sama untuk mengusung jagoannya. “Jangan saya yang ngomong. Biar nanti mereka yang bicara. Yang pasti bakal ada partai lainnya yang menghendaki bunda Nessy untuk jadi bupati wanita pertama di Lamteng,” ungkapnya.

 

Selama pandemi, lanjut dia, Bunda Nessy juga sering turun ke masyarakat dibandingkan dengan calon lainnnya. “Ini jelas untuk mewujudkan Lamteng Bersinar, masyarakat adem ayem tentram,” jelasnya.

 

Dirinya juga berpesan kepada KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pilkada untuk dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya agar pilkada ini Luber Jurdil.

 

“Dan kepada petahana, jangan menggunakan fasilitas milik rakyat untuk kepentingan pribadi. Sekarang rakyat sudah pinter. Kita juga ada budaya malu. Jadi tolong ingatlah itu, kalau masih punya malu,” tandasnya.

 

Terpisah, bakal calon bupati yang juga petahana Pesawaran, Dendi Ramadhona turut mengapresiasi atas kepastian jadwal terselenggaranya pilkada serentak 2020. Politisi Partai Demokrat ini mengaku akan mengikuti aturan yang berlaku selama pelaksanaan tahapan pilkada.

 

“Yang jelas saat ini saya sebagai bakal calon yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak ingin terpecah konsentrasinya. Jika bicara covid kita bicara bagaimana penanganannya. Jangan dicampur adukkan. Toh pada saatnya tahapan kampanye kita juga cuti untuk berkampanye. Yang jelas kita ikuti aturan yang ada saja,” jelas kandidat yang baru saja menerima surat tugas dari DPP Partai Demokrat ini.

 

Diketahui, Pemerintah, DPR, dan penyelenggara sepakat Pilkada serentak 2020 digelar pada 9 Desember 2020. Keputusan itu sekaligus menjadi kesimpulan rapat kerja Komisi II dengan Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI.

 

Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 telah dituangkan dalam Perppu No.2 Tahun 2020 sebagai penundaan Pilkada akibat Covid-19. Rapat hari ini menegaskan keputusan yang sudah diambil oleh pemerintah dan DPR sebelumnya. Selain itu, penyelenggaraan Pilkada serentak ini sudah mendapatkan saran, usulan dan dukungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui surat B-196/KA GUGUS/PD.01.02/05/2020 tanggal 27 Mei 2020.

 

“Maka kita tetap sepakat memilih opsi nomor satu pelaksanaan pilkada hari pencoblosan 9 Desember 2020,” ujar Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia dalam rapat kerja virtual, Rabu, (27/5).

Dalam rapat ini juga menyetujui opsi tahapan Pilkada yang sempat ditunda dimulai kembali pada 15 Juni 2020. Dalam uji publik PKPU, KPU memberikan opsi dimulai pada 6 Juni atau 15 Juni. (cah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *