112 views

Tiga Kali Meluap dalam Sepekan, Apa yang Terjadi dengan Sungai Way Semaka Lambar?

Lampung Barat – Dalam sepekan, sungai Way Semaka Lampung Barat (Lambar) meluap sebanyak tiga kali, akibatkan beberapa Persawahan di Dusun Kampung Sawah Pekon Sukarame dan Pekon Bedudu Dusun Way Semaka Kecamatan Belalau tergenang air.

Banjir akibat luapan sungai Way Semaka selama sepekan terakhir sudah terjadi sebanyak tiga kali, hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apa yang terjadi?

Pertanyaan itu muncul dengan beberapa faktor dugaan-dugaan, seperti penyempitan badan sungai, rusaknya hutan di hulu sungai, cuaca yang begitu ekstrem, dan beberapa faktor lain seperti pengaruh pembangunan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan sungai Way Semaka sebagai sumber daya utamanya.

Mengapa demikian, salah satu warga Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, Catur Anugerah Putera mengatakan, adanya pendangkalan dan penyempitan anak sungai akibat pekerjaan konstruksi, menyebabkan laju air sungai melambat.

“Diawal pembangunannya (PLTMH), masyarakat tiga pekon dekat lokasi pembangunan, yakni Pekon Sukarame dan Pekon Bedudu di Kecamatan Belalau, serta Pekon Kerang di Kecamatan Batu Brak, menyambut baik pembangunan PLTMH yang membendung sungai Way Semaka ini” ujar Putera, Senin (11/5/2020).

Namun akhir-akhir ini tidak sedikit warga yang mulai mengeluhkan dampak negatif akibat pembangunan PLTMH tersebut.

“Jika hujan, anak sungai meluap sehingga areal persawahan dan pemukiman warga di tiga pekon ini terendam banjir,” ungkapnya.

Dijelaskan, sebelumnya pernah beberapa kali terjadi seperti ini. Tapi prosesnya tidak secepat sekarang. Biasanya, jika terjadi hujan satu hari satu malam, air sungai Way Semaka baru akan meluap.

“Tapi sekarang hujan setengah hari saja air sungai sudah meluap. Makanya warga curiga ini disebabkan adanya pendangkalan dan penyempitan anak sungai di lokasi pembangunan PLTMH,” jelas dia.

Banjir luapan Sungai Way Semaka terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan, yaitu pada Minggu (3/5), Sabtu (9/5) dan Senin (11/5), mirisnya luapan sungai terjadi hanya dengan hujan yang turun beberapa jam saja. Dengan menenggelamkan belasan hektar sawah dan rumah warga sekitar sungai. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *