27 views

Terdampak Covid-19, Siswa SMK di Lambar Tunggu Kepastian

Lampung Barat – Siswa SMK di Lampung Barat (Lambar) yang seharusnya mengikuti Praktek Kerja Lapangan harus sabar menunggu kepastian akan seperti apa kedepannya karena wabah pandemi Coronavirus Deases 2019 (Covid-19).

Dari hasil rapat terbatas Darurat Covid-19 via Vicon Kemendikbud dengan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kasubdit Kurikulum, 5 kepala SMK yang ditunjuk, dan beberapa orang staf Subdit Kurikulum, perihal: Pembelajaran Praktek Produktif, Tindak Lanjut UKK yang ditiadakan, Praktek Kerja Industri, Darurat Belajar Jika Covid-19 belum segera berakhir.

“Kemarin baru ada hasil rapat Kementerian Pendidikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi, bagi siswa yang sudah melaksanakan beberapa bulan Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk di komunikasikan dengan perusahaan atau dinas terkait supaya dibuatkan sertifikat,” ungkap kepala SMKN 1 Liwa, M. Yusuf Muis, Sabtu (16/5/2020).

Kemudian lanjut Yusuf, siswa yang belum melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL), harus dicarikan waktu yang pas, tidak melanggar protokol pencegahan Covid-19 dan untuk kapan waktunya, akan dikomunikasikan dengan pihak perusahaan atau dinas terkait tempat siswa melaksanakan PKL, dan itu harus dilaksanakan.

Diungkapkannya, beberapa sekolah SMK di Lambar belum melaksanakan PKL sama sekali. “PKLini rencana awalnya sampai 13 Juli, namun hingga saat ini beberapa sekolah SMK belum melaksanakannya, untuk SMK 1 Liwa serentak sudah dilaksanakan selama dua bulan, kita saat ini hanya meminta dan mengusahakan perpanjangan izin kepada perusahaan sesuai dengan apa yang di imbau Gubernur bersama Dinas Pendidikan Provinsi terkait pelaksanaan PKL karena adanya Covid-19 ini,” jelas M. Yusuf Muis.

Lebih lanjut, untuk sekarang kata M. Yusuf Muis, perpanjangan belajar dirumah sampai 30 Mei. Surat edaran masuk 2 Juni, tapi jika situasi Covid-19 masih mewabah, mungkin akan diperpanjang lagi.

“Hingga sampai saat itu, status mereka izin, dan jika sudah selesai hingga waktu izinnya, masih adanya perpanjangan belajar dirumah, maka kita meminta untuk perpanjangan izin,” paparnya.

“Dan jika waktu pelaksanaan PKL sudah selesai, maka dengan terpaksa kita meminta kepada perusahaan untuk mengeluarkan sertifikat siswa PKL selama 2 bulan,” tukas dia. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *