82 views

Soal Sungai Way Semaka Meluap Tiga Kali dalam Sepekan, Begini Jawaban Pihak PT. LHE

Lampung Barat – Menyoal sungai Way Semaka yang meluap tiga kali dalam sepekan, PT. Lampung Hydro Energy (LHE) perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang beroperasi di batas antara dua Pekon yakni Sukarame dan Kerang, melalui Humas PT. LHE, Salim akhirnya angkat bicara.

Diungkapkannya, banjir yang terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir itu bukan karena terjadi pendangkalan. Namun karena curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa waktu terakhir.

Lalu, berkaitan dengan keluhan dan masukan dari masyarakat yang ia terima akan dikoordinasikan lebih lanjut kepada para pimpinan perusahaan di Jakarta.

“Jika dikatakan banjir itu karena terjadi pendangkalan itu tidak benar, saya yakinkan seribu persen bahwa itu tidak terjadi, karena dibawah lokasi itu air terjun, sehingga arus air deras jadi tidak mungkin terjadi pendangkalan,” jelas dia menegaskan, Selasa (12/5/2020).

Selain tudingan adanya pendangkalan, masyarakat juga menduga adanya penyempitan aliran sungai, hal itu dibantah tegas oleh Salim, menurutnya pihak perusahaan dalam melaksanakan aktifitas tidak menganggu aliran sungai, meskipun dalam pengerjaannya dilakukan pembangunan tanggul agar tidak menjebol bendungan.

“Tidak terjadi penyempitan, hanya menambah tanah pada bibir sungai saja. Kemudian setelah pembangunan bendungan, aliran sungai akan menjadi dua kali lipat dari sekarang ini,” ujar Salim.

Sebagai dampak coronavirus disease 2019 (covid-19) dan mempertimbangkan kondisi cuaca, Salim menuturkan, saat ini aktifitas pembangunan PLTMH masih terhenti, sehingga hanya bagian keamanan yang beraktifitas di perusahaan.

“Pada intinya akan saya koordinasikan ke Jakarta, dan semoga covid-19 segera berakhir dan cuaca semakin membaik sehingga aktivitas bisa kembali berjalan,” tutur dia.

Masyarakat Akan Bertindak

Sementara itu, warga Pekon Kerang diwakili oleh Ismail MB mengatakan, ia bersama masyarakat khususnya yang terdampak di Pekon Kerang Kecamatan Batu Brak, telah melakukan musyawarah menyikapi musibah banjir yang sudah tiga kali terjadi dalam sepekan di bulan Mei ini.

Dalam musyawarah tersebut, diputuskan jika tidak ada tindakan dari pemerintah daerah dan keluhan masyarakat tidak direspon oleh pihak perusahaan, maka pihaknya akan turun ke lokasi perusahaan tersebut dan menghentikan semua aktivitas pembangunan PLTMH, bahkan mengusir karyawan perusahaan tersebut.

“Sekarang tinggal kami koordinasikan ke masyarakat Pekon Bedudu dan Sukarame, untuk sama-sama turun dan menghentikan aktivitas hingga mengusir seluruh karyawan perusahaan tersebut,” tegas Ismail.

Dikatakan Ismail, banjir yang terjadi tiga kali selama sepekan terakhir, diduga kuat akibat aliran sungai yang ada di sekitar lokasi pembangunan PLTMH terjadi penyempitan dan pendangkalan, sehingga itu harus menjadi perhatian dari semua pihak.

“Kalau masalah ini tidak segera dicarikan solusi, maka saya yakin dua hingga tiga tahun kedepan Pekon Kerang, Pemangku Kampung Sawah Pekon Sukarami dan Pemangku Waysemangka Pekon Bedudu akan tenggelam, karena itu masyarakat akan bergerak sendiri jika masalah ini tidak mendapatkan perhatian,” pungkasnya. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *