301 views

Sepekan Sungai Way Semaka Tiga Kali Meluap, Parosil Tinjau Lokasi PLTMH

Lampung Barat – Setelah sungai Way Semaka meluap tiga kali dalam sepekan, Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus tinjau lokasi Pembangunan Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), di perbatasan Pekon Kerang, Kecamatan Batu Brak dan Pekon Sukarame, Kecamatan Belalau, Rabu (13/5/2020).

Bersama dengan rombongan dari Dinas PUPR, PTSP, DLH, SDA, Camat, Peratin setempat dan beberapa warga sekitar, Parosil pimpin pengecekan jalur Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Way Semaka.

Diungkapkannya, pihaknya bersama dengan perusahaan akan lakukan temu muka secara langsung untuk membahas terkait permasalahan yang ada dan dicarikan solusinya seperti apa.

“Kita carikan solusi untuk kepentingan bersama demi kebaikan bersama masyarakat, perusahaan maupun pemerintah,” ujar Parosil saat diwawancara usai lakukan peninjauan dilapangan.

Lebih lanjut, Parosil meminta masyarakat sekitar untuk tidak terprovokasi karena informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya.

Lalu, dengan adanya kejadian bencana banjir yang melanda, Parosil mengatakan pihaknya akan menjembatani masyarakat kepada perusahaan.

“Saya minta masyarakat sekitar jangan mudah terprovokasi, pemerintah sangat berpihak kepada rakyat. Apapun nanti yang menjadi kerugian masyarakat, pemerintah akan menjembatani kepada perusahaan,” tutur Parosil.

Selain itu, Parosil atau yang akrab disapa Pak Cik ini meminta kepada pihak perusahaan untuk tetap lakukan pemberdayaan kepada masyarakat sekitar, serta dengan sosialisasi pemahaman agar persepsi masyarakat dapat diselaraskan dengan apa yang menjadi gagasan perusahaan ataupun kendala yang ditemukan.

“Saya minta kepada perusahaan untuk memberdayakan dan memperhatikan masyarakat sekitar,” ucapnya.

“Semestinya karena ada kerugian dari masyarakat yang terdampak banjir, perusahaan langsung cepat bertindak, berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan maupun pencegahannya dan jika perlu bertindak untuk kerugian yang diterima masyarakat,” tegas Pak Cik.

Dilain pihak, warga terdampak banjir Pekon Kerang, Suhaimi mengatakan, pihaknya meminta perusahaan dan pemerintah mencarikan solusi terbaik terkait bencana banjir yang melanda beberapa kali dalam sepekan terakhir.

“Kita meminta perusahaan dan pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik, jika terjadi penyempitan badan sungai maka harus ada langkah untuk pelabarannya, dan jika adanya pendangkalan juga harus ada langkah untuk pengerukan ataupun sterilisasi badan sungai dari material penghambat jika itu ada,” jelas Suhaimi.

Suhaimi juga menerangkan, pihaknya bukan mencari-cari kesalahan, tetapi mencari keadilan secara musyawarah dan keterbukaan.

“Kami bukan mau menutup perusahaan, kami hanya mencari solusi terbaik dengan cara musyawarah antara masyarakat, perusahaan dan pemerintah daerah secara terbuka tidak ditutup-tutupi, karena terkesan pihak perusahaan sangat menutup diri selama ini,” terang Suhaimi.

Lebih jauh, Suhaimi berharap, musibah banjir tersebut akan dapat diselesaikan dan dicarikan solusi secepatnya.

Sungai Way Semaka Meluap Tiga Kali dalam Sepekan

Sebelumnya, dalam sepekan, sungai Way Semaka Lampung Barat (Lambar) meluap sebanyak tiga kali, akibatkan beberapa Persawahan di Dusun Kampung Sawah Pekon Sukarame dan Pekon Bedudu Dusun Way Semaka Kecamatan Belalau tergenang air.

Banjir akibat luapan sungai Way Semaka selama sepekan terakhir sudah terjadi sebanyak tiga kali, hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apa yang terjadi?

Pertanyaan itu muncul dengan beberapa faktor dugaan-dugaan, seperti penyempitan badan sungai, rusaknya hutan di hulu sungai, cuaca yang begitu ekstrem, dan beberapa faktor lain seperti pengaruh pembangunan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan sungai Way Semaka sebagai sumber daya utamanya.

Mengapa demikian, salah satu warga Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, Catur Anugerah Putera mengatakan, adanya pendangkalan dan penyempitan anak sungai akibat pekerjaan konstruksi, menyebabkan laju air sungai melambat.

“Diawal pembangunannya (PLTMH), masyarakat tiga pekon dekat lokasi pembangunan, yakni Pekon Sukarame dan Pekon Bedudu di Kecamatan Belalau, serta Pekon Kerang di Kecamatan Batu Brak, menyambut baik pembangunan PLTMH yang membendung sungai Way Semaka ini” ujar Putera, Senin (11/5/2020).

Namun akhir-akhir ini tidak sedikit warga yang mulai mengeluhkan dampak negatif akibat pembangunan PLTMH tersebut.

“Jika hujan, anak sungai meluap sehingga areal persawahan dan pemukiman warga di tiga pekon ini terendam banjir,” ungkapnya.

Dijelaskan, sebelumnya pernah beberapa kali terjadi seperti ini. Tapi prosesnya tidak secepat sekarang. Biasanya, jika terjadi hujan satu hari satu malam, air sungai Way Semaka baru akan meluap.

“Tapi sekarang hujan setengah hari saja air sungai sudah meluap. Makanya warga curiga ini disebabkan adanya pendangkalan dan penyempitan anak sungai di lokasi pembangunan PLTMH,” jelas dia.

Banjir luapan Sungai Way Semaka terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan, yaitu pada Minggu (3/5), Sabtu (9/5) dan Senin (11/5), mirisnya luapan sungai terjadi hanya dengan hujan yang turun beberapa jam saja. Dengan menenggelamkan belasan hektar sawah dan rumah warga sekitar sungai. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *