39 views

Segera Terapkan New Normal, Wakil Ketua III DPRD Lamteng Pinta Pemkab Perhatikan Dunia Pendidikan Pondok Pesantren

Editoronline.co.id, Lampung Tengah – Ancaman pandemi Virus Corona atau COVID-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan akan berakhir hingga saat ini dan belum ditemukan vaksinnya.

Menghadapi pandemi tersebut pemerintah pusat menggagas New Normal yang bertujuan agar masyarakat tetap produktif dengan tetep berpedoman pada protokol kesehatan. Tentu di Lampung Tengah juga akan menerapkan program tersebut.

Muslim Anshori, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah ikut buka suara terkait penerapan status New Normal tersebut.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengharapkan penerapan status New Normal di Lampung Tengah agar Pemerintah Kabupaten setempat untuk memperhatikan dengan serius dunia pendidikan khususnya pondok pesantren.

Dirinya beranggapan Pemkab belum maksimal atau bahkan mengabaikan dunia pendidikan di lingkungan pondok pesantren selama pandemi COVID-19.

“Pemerintah akan segera menerapkan status new normal untuk berdamai dengan covid dan kita pun akan menerapkannya juga. Maka itu saya berharap agar pemkab Lampung Tengah untuk memperhatikan dengan serius dunia pendidikan terutama pondok pesantren. Selama pandemi ini pondok pesantren terabaikan,” katanya kepada awak media, Sabtu (30/5/2020).

Politisi partai kebangkitan bangsa ini mendorong pemerintah kabupaten Lampung Tengah untuk memberikan perhatian khusus dengan memberikan anggaran subsidi untuk semua pesantren yang ada di Lampung Tengah.

“Kita berharap juga pemkab memberikan perhatian serius pada dunia pendidikan pesantren dengan memberikan anggaran bagi pesantren. Mengingat pesantren saat ini belum di perhatikan oleh pemkab,” ungkapnya.

Sambungnya, setelah rapat dan silaturahmi secara daring dengan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama se Lampung Tengah beberapa waktu lalu, untuk menghadapi new normal ini kita dipaksa harus berdamai dan berdampingan dengan COVID-19 dalam melaksanakan aktifitas seperti biasa tetapi dengan protokol kesehatan.

Dan tentunya dalam menerapakan New Normal tersebut, pondok pesantren juga membutuhkan perlengkaan sarana dan prasarana yang memadai agar dapat sesuai dengan protokol kesehatan.

“Dalam menerapkan status new normal tersebur pondok pesantren harua menjalankan protokol kesehatan dan pastinya membutuhkan seperti masker, handsanitizer, alat pendeteksi suhu tubuh, Mck yang standar, tempat tidur terpisah, pusat kesehatan pesantren, vitamin dan juga peningkatan gizi bagi santri dan tenaga pendidik yang ada di popes, bila diperlukan juga menyediakan tempat isolasi dan lainnya,” beber Muslim.

Dia juga berpandangan kebutuhan protokol kesehatan tersebut harus dipenuhi oleh Pemerintah setempat karena sangat memberatkan pihak pondok pesantren.

“Jika kebutuhan untuk menjalankan new normal harus dipenuhi oleh ponpes, secara mandiri sangat berat, mengingat pihak ponpes
tidak mungkin meminta tambahan uang syahriah bulanan kepada santri di saat perekonomian saat ini masih sangat sulit. Untuk itu kami berharap pemkab Lampung Tengah ikut peduli terhadap permasalahan tersebut,” pungkasnya. (san) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *