30 views

Revolusi Industri 4.0 dalam Keuangan Syariah terhadap Wabah Covid-19 di Indonesia

Oleh
Chairani Pane
Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah UIN RIL

Dampak virus corona (Covid-19) nampaknya berimbas pada semua faktor, tak terkecuali dalam bidang Industri. Virus yang bermula dari Wuhan, Cina ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian di Indonesia bahkan dunia. Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus corona terhadap industri. Seperti menerapkan social distancing, work from home dan belajar mengajar dirumah.

Revolusi Industri 4.0 merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi dan informasi terjadi begitu cepat. Dampaknya pun tentu sangat besar bagi dunia industri dan juga perilaku di masyarakat. Revolusi Industri 4.0 merupakan perubahan dimana untuk memproduksi suatu barang, memanfaatkan mesin sebagai tenaga penggerak dan pemroses.

Terdapat banyak dampak Revolusi Industri 4.0 pada bidang ekonomi. Seperti harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mengimplementasikan Industri 4.0 di perusahaan dan merubah model bisnis yang telah diterapkan. Selain itu penggunaan teknologi baru akan menyebabkan kerugian pada investasi teknologi yang telah digunakan sebelumnya.

Untuk mengatasi dampak era Revolusi Industri 4.0 tersebut, perlu adanya peraturan atau persiapan khusus seperti tenaga kerja Indonesia dibekali dengan skill operasional mesin serta pengetahuan dasar yang relevan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII) ada sebanyak 143,26 juta orang menggunakan internet di Indonesia. Fakta ini menjadi sebuah peluang yang diambil oleh berbagai pihak, tak terkecuali oleh Perbankan syariah dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Salah satu cara adalah dengan melakukan sinergi untuk membangun ekosistem syariah yang dilakukan oleh setiap elemen. Baik masyarakat, akademisi, media, regulator, dan bank syariah itu sendiri. Misal untuk aspek masyarakat dengan cara membuka rekening atau melakukan transaksi perbankan syariah dengan menggunakan sistem online.

Kemudian dalam bidang industri makanan halal. Dengan sistem berbasis online seperti sekarang akan memudahkan penjual mempromosikan makanan halalnya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Dengan sosial media tentu masyarakat akan mengenal produk tersebut. Pemesanan yang dilakukan pun dapat melalui sistem online tanpa harus mengunjungi toko tersebut.

Namun dampak Revolusi Industri 4.0 dalam keuangan syariah terhadap Covid-19 di Indonesia sangat banyak. Karena dalam kenyataannya pun bank syariah memang kurang banyak diminati masyarakat. Apalagi dengan terjadinya wabah ini, tentu sangat terasa bagi bank-bank syariah di Indonesia. Salah satu alasan mengapa masyarakat kurang berminat dengan bank syariah karena fitur dan pelayanan yang belum sama dengan standar bank konvensional. Dengan adanya lockdown yang diterapkan pemerintah membuat masyarakat mengalami penurunan pendapatan bahkan kehilangan pekerjaannya. Teknologi-teknologi yang digunakan dalam perusahaan juga tidak berfungsi secara maksimal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *