44 views

Reses Dor Tu Dor, Warga Curhat Bantuan Sembako

BANDARLAMPUNG –Anggota DPRD Bandarlampung mengelar reses. Namun dikarenakan ditengah musim wabah Covid 19, reses kali ini tak lagi mengumpulkan warga tetapi mendatangi dari rumah ke rumah.

Dalam pelaksanaan reses tersebut, warga kurang mampu mengeluhkan pembagian sembako oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung selama Pandemik Covid 19.

Dari hasil reses Anggota DPRD Bandarlampung Pepy Asih Wulandari di Kelurahan Way Luni, Kecamatan Sukaraja, banyak mendapatkan curhatan dari warga kurang mampu.

Dari tiga warga yang sempat didatangi, mereka semua mengadu tak dapat beras bantuan dari Pemkot tersebut.

Salah satunya ,warga bernama Umi Sahid, Yanng mengeluhkan tak dapat bantuan, padahal suaminya saat ini dirumahkan oleh perusahaan karena dampak dari Covid-19.

“Kami tidak dapat beras tersebut, Program yang lain seperti PKH juga kami belum dapat, padahal sekarang ini sudah sekali mencari uang karena suami Dirumahkan,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Pepy pun berjanji akan membawa masalah ini ke Pemkot Bandar Lampung, untuk dilakukan pendataan ulang.

“Ya, saya akan berkoodinasi dengan lurah setempat untuk dilakukan pendataan yang sesuai,’ucap Politisi partai Nasdem ini.
Ia juga mengatakan, selama ini selalu menampung aspirasi warga untuk dilanjutkan ke Pemkot setempat.

“Seperti jalan rusak, dan drainase. Saat ini jalan tersebut menjadi mulus,”tandasnya.
Dalam reses itu , Pepy pun memberikan 200 karung beras berisi 5 kilogram dan 300 masker kepada warga way Lunik.

Terpisah, Anggota DPRD Bandarlampung Nifsu Apriana, juga banyak mendapatkan curhatan dari warga kurang mampu terkait pembagian bantuan sosial dari Pemkot saat mengelar reses dari rumah ke rumah di kampung Karang Maritim, Kecamatan Panjang.

“Kami tidak kebagian pak, padahal kami susah sekali untuk mencari nafkah, apalagi karena Covid-19 ini,”ujar Virgiawan, warga setempat.

Ia berharap DPRD menjembatani keluhan mereka, sebab menurutnya hal ini tidak tepat sasaran.

“Warga yang enggak mampu saja dapat, kok kami enggak,”ucapnya.

Sementara itu, Nifsu pun berjanji akan membawa keluhan warga tersebut ke Dinas Terkait.

“Selama ini kan memang ada website layanan pengaduan bantuan beras, mungkin warga nya yang belum paham. Nanti akan saya sampaikan keluhan warga ini,”ungkapnya. (edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *