23 views

Pekon Suka Jaya Laksanakan Musdes Penetapan Penerima BLT-DD

Lampung Barat – Pekon Suka Jaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat (Lambar) lakukan Musyawarah Desa (Musdes) penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai bersumber Dana Desa (BLT-DD) hasil pendataan pemangku, LHP dan jajaran relawan Covid-19.

Peratin Pekon Suka Jaya, Wawan mengatakan, pelaksanaan musyawarah desa terkait penetapan penerima BLT-DD sudah dilakukan, dan itu diserahkan semuanya pada relawan Covid-19.

“Juga terhadap pendataan, kami tidak pilah pilih, tidak dikaitkan dengan politik manapun dan tidak melihat kedekatan atau lainnya, semua diserahkan sepenuhnya kepada relawan dan jajaran perangkat untuk mendata warga yang ada di pekon Suka Jaya. Selain itu juga tidak tumpang tindih dengan warga yang dapat bantuan PKH Atau BPNT atau dari Dinsos,” ujar Wawan, Senin (4/5/2020).

Ditanya terkait kapan dan bagaimana mekanisme pendistribusian BLT-DD kepada penerima, Wawan mengatakan hal tersebut belum dapat diputuskan, dan akan dimusyawarahkan terlebih dahulu.

Seperti yang diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mulai April sudah mulai mencairkan dana bantuan langsung tunai (BLT) dana desa di seluruh wilayah di Indonesia.

Metode pencairannya akan dilakukan bertahap dimulai dari bulan April ini hingga Juni 2020. Pada setiap bulannya setiap kepala keluarga miskin akan mendapatkan jatah masing-masing sebesar Rp600.000. Jika ditotal nantinya masing-masing akan menerima Rp1,8 juta.

Rencana awalnya, pendistribusian ini akan dilakukan dengan skenario nontunai oleh pemerintah. Namun demikian, karena kondisi yang berbeda disetiap daerah, pendistribusian ada yang menggunakan cara secara langsung, bahkan melalui pintu ke pintu atau door to door, untuk mengurangi kerumunan massa. Ini dilakukan sebagai salah satu cara menghindari kerumunan warga serta mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Artinya, BLT dana desa dapat diberikan kepada penerima secara nontunai atau transfer perbankan. Pun demikian, jika benar-benar tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan cara itu, bantuan juga boleh diberikan secara tunai. Hal yang paling utama adalah dana bantuan itu sampai ke penerima BLT dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Seperti diketahui, Kemendesa PDTT menyiapkan anggaran sebesar Rp 22 triliun dari pagu dana desa 2020 untuk memberikan BLT kepada 12 juta keluarga miskin di berbagai daerah. Para penerima ini merupakan keluarga miskin yang selama ini diperuntukkan bagi mereka yang belum mendapat bantuan dari skema jaminan kesejahteraan sosial lainnya.

BLT dana desa diberikan kepada warga kurang mampu di desa yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan kartu prakerja. Dana desa diperbantukan untuk memberikan BLT kepada masyarakat miskin atau ekonomi lemah karena pandemi COVID-19 ini. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *