36 views

Menjadi Korban Kejahatan Seksual, LPA Bersama Sakti Peksos Lamteng Berikan Pendampingan Terhadap Bunga

Editoronline.co.id, Lampung Tengah – Kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur makin masif terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Kali ini menimpa Bunga (nama samaran) 8 tahun, warga Kecamatan Way Pengubuan.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) setempat, Eko Yuono kepada awak media, Kamis (21/5/2020).

Eko mengatakan, Polsek Way Pengubuan pada Minggu 17 Mei telah mengamankan seorang tersangkan kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur.

Lanjutnya, Eko menjelaskan tersangka merupakan tetangga korban. Dan saat korban bermain di rumah tersangka, korban dipanggil kedalam rumah lalu tersangka menjalankan aksinya. Dan keterangan korban, kejadian tersebut terjadi pada bulan Februari.

Kejadian itu terungkap setelah korban sering mengeluh sakit pada alat kelaminnya dan diceritakan kepada kakak korban. Akhirnya keluarga korban melaporkannya ke Polsek setempat.

“Korban ini merupakan tetangga tersangka dan saat bermain ayunan di rumah tersangka lalu dipanggil oleh tersangka, kemudian didalam rumah tersangka, korban mengalami kejahatan seksual,” ungkapnya.

“Kejadian tersebut terungkap setelah korban mengeluh sakit pada kemaluannya dan menceritakan kepada kakaknya dan pihak keluarga langsung melaporkan kepada pihak berwajib,” sambung Eko.

Kemudian LPA bersama Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) setempat berikan pendampingan dan asesmen untuk memulihkan trauma korban karena tersangka selalu mengancam korban.

Dari hasil penelusuran LPA dan Sakti Peksos korban lebih dua dan sementara yang bisa dimintai keteranganya hanya dua korban.

“LPA bersama sakti peksos Maya dan Tony melakukan pendampingan dan asesmen karena korban mengalami trauma lumayan berat karena tersangka selalu mengancam kepada korban. Dan dari penelusuran korban lebih dari dua orang,” bebernya.

Sedangkan sampai saat hari ini, LPA sudah berikan pendampingan terhadap 37 kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur. Mayoritas pelakunya orang dekat korban.

“Sampai hari ini LPA sudah mendampingi 37 kasus kejahatan seksual yang korbanya anak-anak dan dua diantaranya hamil. Hampir 75 persen pelakunya adalah orang terdekat,” cetus Eko.

Eko juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk selalu memantau pergaulan anaknya agar terhindar dari kejahatan seksual.

“Kami berharap kepada orang tua agar bisa lebih memantau keberadaan anak ketika bermain dan bergaul. Mudah-mudahan cukup 37 kasus ini saja,” pungkasnya. (san) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *