39 views

Lambar Disanksi Penundaan DAU 35 Persen, Ini Penyebabnya

Lampung Barat – Lampung Barat (Lambar) menjadi salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota di Lampung yang mendapatkan sanksi penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Kementerian Keuangan sebesar 35 persen.

Hal itu dikarenakan belum selesainya reconfusing anggaran belanja barang dan jasa sebesar 50 persen oleh Pemkab Lambar, yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 35 tahun 2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar, Okmal mengatakan, di PMK nomor 35 itu harus lakukan reconfusing belanja barang dan jasa minimal 50 persen, kita Lampung Barat belum sampai segitu, kita baru sampai 38 persen.

Diakui Okmal, pihaknya telah lakukan perbaikan dan hari ini kirimkan data pelaporan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kementerian Keuangan memberikan kita tenggat waktu untuk menyelesaikan hal itu, nanti jika sudah selesai, maka penundaan dicabut, untuk saat ini kita sudah lakukan pelaporan lanjutan sebagai perbaikan,” ujar Okmal, Rabu (6/5/2020).

Dijelaskannya, dalam surat dari Kementerian Keuangan, untuk total belanja barang dan jasa dengan modal minimal 35 persen bukan 50 persen lagi.

“Surat dari kementerian keuangan itu, untuk total belanja barang dan jasa dengan modal minimal 35 persen bukan 50 lagi, kita sudah melakukan itu sekarang dan hari ini sudah dikirim perbaikannya ke pusat,” ungkapnya menjelaskan.

Lebih lanjut, Okmal mengungkapkan, untuk Lampung Barat hanya belum menyelesaikan target bukan dengan keterlambatan pelaporan atau alasan lainnya.

“Daerah Kabupaten atau Kota yang terkena sanksi penyebabnya kebanyakan seperti itu, tapi jika ada penyebab lain saya tidak tahu,” pungkasnya. (Ade Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *