29 views

Komisi V DPRD Lampung Bersama BBPOM Sidak ke Pasar Swalayan

// Temukan Makanan Beku Tidak Layak Edarb Hingga Ikan Berjamur //

 

Bandarlampung – Komisi V DRPD Lampung bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung melakukan sidak terpadu ke sejumlah pasar swalayan yang ada di Kota Tapis Berseri, kemarin.

 

Dalam sidaknya, mereka menemukan menemukan makanan beku di pasar-pasar swalayan tidak layak edar karena izinnya tidak sesuai registrasi. Selain itu, mereka juga menemukan ada beberapa produk yang kemasannya sudah rusak dan penyok.

 

Menurut Kepala BBPOM Bandar Lampung Susan Gracia Arpan, makanan beku seharusnya izin nomor registrasinya bukan P-IRT (pangan industri rumah tangga), melainkan harus menggunakan izin MD (makanan dalam) atau ML (makanan luar) yang dikeluarkan BBPOM.

 

“Makanan beku dengan IRT atau PRT dilarang undang undang jika diedarkan di pasaran. Sebab, tidak ada jaminan kemanan kesehatan pada produk tersebut,” ujarnya.

 

Dengan temuan ini, pihaknya minta agar pelaku usaha mengembalikan ke agen untuk diregistrasi ke BBPOM. Jika makanan tersebut ada registrasinya di BBPOM,  ada pihak yang bertanggung jawab.

 

Selain makanan beku, BBPOM juga menemukan ikan berjamur di dalam akuarium yang dijual di pasar swalayan. “Kami catat berapa jumlah dan jenisnya lalu kami minta dikembalikan ke agen atau suplier,” kata dia.

 

Ia menambahkan, guna menjaga pangan aman selama bulan suci Ramadan, pihaknya terus melakukan intensifikasi pengawasan pangan dengan sasaran sarana distribusi, ritel, kios, dan pangan jajanan takjil, mulai dari tanggal 27 April sampai 22 Mei 2020

 

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Lampung, Jauharoh meminta kepada BBPOM dan Dinas Kesehatan untuk menarik barang temuan tersetut. “Kita minta barang-barang yang kita temukan ini untuk ditarik agar tidak dikonsumsi masyarakat. Karena ini sangat tak layak. Selaijn kemasannya banyak yang rusak, banyak juga yang belum memiliki izin edar BPPOM dan Dinkes,” ujar Politisi PKB yang turut turun ikut sidak.

 

Lanjutnya, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu cerdas dalam membeli makanan. “Seperti cek kemasan, jadi jangan membeli produk yang kemasannya rusak, penyok, kemasan kaleng menggembung,” jelasnya.

 

Selain itu, cek Label seperti nama produk, komposisi, nama produsen, beratnya. “Lalu cek izin edar, pastikan produk olahan ada izin dari BPOM atau dinas kesehatan. Cek Kadaluarsanya, pastikan tidak kadaluarsa,” lanjutnya.

 

Artinya, masih kata dia, pastikan bahwa makanan itu memang layak dan sehat untuk dikonsumsi. “Serta jangan lupa kalau bepergian atau keluar rumah  selalu terapkan protokol kesehatan, pakai masker jaga jarak , segera cuci tangan pakai sabun. Apalagi menjelang lebaran harus hari-hati kalau ke pasar,” jelasnya.

 

Dikesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPRD Lampung Apriliati mengajak warga yang berbelanja ke pasar agar menerapkan protokol pencegahan covid19. Ia juga mengajak pembeli teliti saat memilih produk.

 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung ini mengatakan hari ini saat ikut sidak BBPOM Bandar Lampung ke sejumlah swalayan di Bandar Lampung.

 

Ia mengungkapkan, pada tiga sampel pada saat sidak, ada beberapa kemasan kaleng yang penyok dan ikan segar yang sudah berjamur. Dia meminta pihak manajemen agar mengganti dengan yang layak.

 

“Dari dua pasar swalayan yang disidak hari ini, pendingin makanan sudah memenuhi standar dan bersih. Akan tetapi, dengan ketelitian, masyarakat membantu dalam melawan covid 19,” ujarnya.

 

Dirinya juga mengapresiasi langkah BBPOM Bandar Lampung karena melibatkan langsung Komisi V sebagai salah satu mitra di bidang kesehatan.

 

Ia juga mengajak warga menerapkan ketat menjaga jarak dan mengenakan masker saat berada di ruang publik, termasuk pasar dan swalayan. (dbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *