35 views

Ini Ketentuan THR Tahun 2020

Bandarlampung – Bagi Anda yang ingin mengetahui besaran tunjangan hari raya (THR) yang bakal diterima, simak, cara hitung THR Tahun 2020.

Untuk para pekerja atau buruh perusahaan, THR pasti sangat dinanti-nanti kehadirannya. Saat memberikan THR kepada karyawan, ada berbagai ketentuan cara hitung THR Tahun 2020 yang harus diperhatikan.

Semua ketentuan mengenai pemberian THR karyawan telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenaker) No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Buruh/Pekerja di Perusahaan.

Agar jangan salah menerima atau menafsirkan soal THR, penting bagi para pekerja untuk mengetahui cara menghitung THR sesuai dengan masa kerjanya. Sebaiknya, perusahaan membayarkan tunjangan hari raya (THR) paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Kasi Pembinaan Organisasi Pekerja, Pengusaha, dan Lembaga Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung, Henny Sulistyo Mumpuni menjelaskan, cara hitung THR Tahun 2020 untuk para pekerja atau buruh di Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Ia mengungkapkan jika cara menghitung THR pada tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. “Masih sama, setahun ke atas selama 12 bulan berturut-turut masa kerja. Itu berhak mendapat THR 1 bulan gaji,” ucap Henny, belum lama ini.
Tak hanya itu, Henny juga menambahkan hal lain terkait cara menghitung THR bagi pekerja atau buruh baru. ”Yang sekarang ini kan, masa kerja 1 bulan juga sudah berhak menerima THR. Proposional caranya 1/12 X 1 bulan gaji, jadi ya satu bulan gajinya dibagi 12,” jelas Henny.

Serta perusahaan membayar THR ini, paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum Hari Raya Idul Fitri. Semua yang dijelakan Henny sesuai berdasarkan Surat Edaran No 3/2017, tanggal 31/5/2017 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2017.
Dikeluarkannya Surat Edaran bertujuan untuk memberikan pedoman/acuan bagi pemerintah Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Dalam mengambil langkah-langkah yang berkaitan dengan persiapan menyambut hari raya keagamaan. Sementara bagi pekerja harian lepas yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih.

Besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. “Pekerja/buruh harian lepas dihitung berdasarkan rata-rata upah yang dia terima,” imbuh Henny.

Namun untuk pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan. Upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Henny menjelaskan jika pihaknya untuk saat ini masih menunggu keputusan atau instruksi dari pusat yaitu Menteri Ketenagakerjaan RI dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ini.

“Biasanya kita nanti diminta untuk membuat posko, tentu nanti dibuatkah edaran juga . Mungkin ini karena masih jauh juga hari H nya, ” beber Henny.

Pada tahun lalu, Dinakertrans Lampung menyediakan posko pengaduan, Didirikanya posko ini guna menampung keluhan dari para pekerja/buruh yang tidak menerima THR atau menerima tapi dengan jumlah yang tidak sesuai.

“Itu semua bakal kita tindak lanjuti. Kita di sini sebagai pengawas sekaligus mediator,” tandas Henny.

Berikut, 5 hal yang perlu dan penting untuk diingatkan dalam cara menghitung THR pada Tahun 2020 ini.
1. THR Keagamaan diberikan kepada:
a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.
b. Pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.
2. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:
a. Bagi pekerja/buruh yang telah memiliki masa kerja selama 12 bulan secara terus menerus atau lebih. Diberikan sebesar 1 bulan upah.
b. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapu kurang dari 12 bukan. Diberikan secara proposional sesuai dengan perhitungan.
Masa kerja/12 X 1 bulan upah =
3. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 bulan dihitung sebagai berikut:
a. Pekerja/buruhyang telah ,e,p[unyai masa kerja 12 bulan atau lenih. Upah 1 bulan dihitung berdasrkan rata-rata upah yang doteriman dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
b. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan. Upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
4. THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.
5. THR Keagamaan wajib diberika 1 kali dalam dalam 1 tahun dan pembayaran disesuaikan dengan hari keagamaan masing-masing.
Demikian, cara hitung THR Tahun 2020 untuk para pekerja atau buruh perusahaan. (dbs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *